PKL Terancam Digusur, DPRD Blitar Pasang Badan

Senin, 09 Januari 2017 - 22:03 WIB
PKL Terancam Digusur,...
PKL Terancam Digusur, DPRD Blitar Pasang Badan
A A A
BLITAR - DPRD Kota Blitar pasang badan untuk pedagang kaki lima (PKL) yang akan digusur Pemerintah Kota Blitar. Legislatif mensyaratkan adanya ruang relokasi berjualan sebelum penggusuran direalisasikan.

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiharto, berharap, pemerintah mengundurkan penggusuran dan memastikan relokasi sementara, sebelum menempatkan pedagang ke lokasi baru. Sebab, jika belum ditentukan tempatnya akan mematikan aktivitas ekonomi pedagang.

“Kami sudah mengajukan pilihan tempat relokasi ke pemerintah. Kami minta seminggu ke depan sudah ada jawaban pasti, terkait tempat relokasi dari pemerintah,“ jelasnya, Senin (9/1/2017).

Sebelumnya, puluhan PKL menolak penggusuran karena menilai proyek pelebaran jalan dan perbaikan drainase sebagai alasan penggusuran hanya kamuflase. Pengusuran yang akan berlangsung pada 15 Januari 2017 diduga hanya untuk memenuhi kepentingan ekonomi pemilik modal.

Sebab, di lokasi PKL berjualan telah berdiri bangunan kios baru yang kabarnya akan disewakan dengan harga tinggi. Untuk itu, para PKL mengadu ke DPRD Kota Blitar meminta dengar pendapat dengan wakil rakyat. Totok berharap hasil dengar pendapat dengan pedagang (PKL) bisa segera didengar Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar.

Sekretaris Daerah Kota Blitar Rudi Wijanarko sebelumnya mengatakan, penggusuran PKL tidak terkait dengan pembangunan lapak di kawasan stasiun kereta api. Penggusuran merupakan dampak dari pelebaran jalan dan perbaikan drainase yang merupakan murni proyek Pemkot Blitar. “Ini murni kebijakan Pemkot Blitar. Tidak ada kaitannya dengan PT KAI,” ujarnya.

Rudi tidak membahas adanya program relokasi pedagang. Dia hanya mengatakan, pihaknya berencana memberikan bantuan uang tunai Rp1,5 juta kepada setiap pedagang. Bantuan itu sebagai biaya pembongkaran lapak PKL.

Perwakilan PKL Jalan Mastrip, Kota Blitar, Adi menegaskan, menolak penggusuran karena akan mematikan satu-satunya mata pencarian para PKL. Jadi, penggusuran sama dengan membunuh masyarakat kecil di Kota Blitar. “Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melawan kebijakan yang sewenang-wenang ini,“ tegasnya.
(wib)
Berita Terkait
Pedagang Pasar Lelo...
Pedagang Pasar Lelo Serdang Bedagai Sumut Menolak Direlokasi
Penampakan 100 Kios...
Penampakan 100 Kios Relokasi Pasar Johar Semarang Terbakar Hebat
Kerugian Kebakaran Relokasi...
Kerugian Kebakaran Relokasi Pasar Johar Rp11 Miliar, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan
Ratusan Korban Kebakaran...
Ratusan Korban Kebakaran Pasar Gembrong Direlokasi ke Rusun Cipinang Besar
1.404 Pedagang Pasar...
1.404 Pedagang Pasar Tagog Padalarang Direlokasi Awal November
Wali Kota Semarang Jamin...
Wali Kota Semarang Jamin Pedagang Pasar Johar Dapat Bantuan agar Tetap Bisa Berjualan
Berita Terkini
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
58 menit yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
2 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
3 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
3 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
5 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
13 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved