Karangan Bunga Duka Cita dari Mensos Terpampang di Depan Rumah Dodi Triono
Rabu, 28 Desember 2016 - 10:48 WIB
Karangan Bunga Duka Cita dari Mensos Terpampang di Depan Rumah Dodi Triono
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan ucapan belasungkawa terhadap korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Ucapan tersebut disampaikan melalui satu karangan bunga yang berada di depan rumah tempat terjadinya pembunuhan sadis tersebut.
Dalam karangan bunga tersebut, bertuliskan turut berduka cita atas meninggalnya Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amel, Yanto, dan Tasrok.
Sekadar diketahui, nama-nama di atas adalah mereka yang menjadi korban kekejaman pelaku pembunuhan yang sampai saat ini belum terungkap identitasnya dan motif di balik ini.
Sementara itu, pantauan di lokasi, rumah atau tempat kejadian perkara (TKP) masih diberikan garis polisi. Para warga pun terus berdatangan ke lokasi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Untuk olah TKP lanjutan dari pihak kepolisian pun masih belum tampak di lokasi. Namun, tampak pihak kepolisian yang berjaga di lokasi.
Sekadar diketahui, terdapat 11 korban dari pembunuhan sadis di Pulomas pada Selasa 27 Desember 2016. Enam di antaranya meninggal dunia dan lima lainnya selamat. Salah satu korban tewas adalah Dodi Triono, sang pemilik rumah yang dan juga merupakan seorang arsitek. Ia juga disebut sebagai pemenang tender di GBK.
Identitas korban yang meninggal dunia yakni, Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah; Diona Arika Andra Putri (16) pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9) anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto sopir; Tasrok (40) sopir.
Sementara lima korban yang selamat adalah Emi (41) warga Kampung Cipongpok RT 010/004 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22) warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23) warga Desa Kemanggungan RT 2/2 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; Windy (23) warga Dusun Karang Sari RT 04/02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban.
Dalam karangan bunga tersebut, bertuliskan turut berduka cita atas meninggalnya Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla, Amel, Yanto, dan Tasrok.
Sekadar diketahui, nama-nama di atas adalah mereka yang menjadi korban kekejaman pelaku pembunuhan yang sampai saat ini belum terungkap identitasnya dan motif di balik ini.
Sementara itu, pantauan di lokasi, rumah atau tempat kejadian perkara (TKP) masih diberikan garis polisi. Para warga pun terus berdatangan ke lokasi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Untuk olah TKP lanjutan dari pihak kepolisian pun masih belum tampak di lokasi. Namun, tampak pihak kepolisian yang berjaga di lokasi.
Sekadar diketahui, terdapat 11 korban dari pembunuhan sadis di Pulomas pada Selasa 27 Desember 2016. Enam di antaranya meninggal dunia dan lima lainnya selamat. Salah satu korban tewas adalah Dodi Triono, sang pemilik rumah yang dan juga merupakan seorang arsitek. Ia juga disebut sebagai pemenang tender di GBK.
Identitas korban yang meninggal dunia yakni, Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah; Diona Arika Andra Putri (16) pelajar; Dianita Gemma Dzalfayla (9) anak ketiga dari Ir Dodi; Amel, teman anak korban; Yanto sopir; Tasrok (40) sopir.
Sementara lima korban yang selamat adalah Emi (41) warga Kampung Cipongpok RT 010/004 Tegallega Lengkong, Sukabumi, pembantu korban; Zanette Kalila Aazaria (13); Santi (22) warga Cikopong Lengkong Sukabumi; Fitriyanim (23) warga Desa Kemanggungan RT 2/2 Kecamatan Ngalian Kebumen, Jawa Tengah, pembantu korban; Windy (23) warga Dusun Karang Sari RT 04/02 Pancaran Banjarnegara, pembantu korban.
(ysw)