Pemprov DKI Investasikan Rp2 Triliun untuk Pengelolaan Sampah

Jum'at, 23 Desember 2016 - 03:30 WIB
Pemprov DKI Investasikan...
Pemprov DKI Investasikan Rp2 Triliun untuk Pengelolaan Sampah
A A A
JAKARTA - Dinas Kebersihan DKI Jakarta menginventasikan Rp2 triliiun untuk mengelola sampah di Ibu Kota. Nilai ini dipercaya akan mengurangi volume sampah dari Jakarta ke TPST Bantar Gebang yang mencapai 7.000-10.000 ton setiap hari.

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, selain pengurangan sampah, investasi ini diyakini dapat menghasilkan 35 megawatt listrik dari sampah sekitar 2.000 ton per harinya. Sementara hasil limbah akan mampu menjadi bahan pembangunan bantalan rel kereta dan reklamasi.

Menurut Isnawa, untuk memuluskan proyek ini pihaknya telah menggandeng PT JakPro dan perusahaan asal Finlandia, kontrak keduanya pun akan dilakukan selama 20 tahun. Kedua perusahaan ini, nanti akan membangun sebuah fasilitas pengelolaan sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF) di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, depan Taman BMW.

"Lahannya ada sekitar 10,2 hektare milik Dinas Kebersihan. Insya allah akan dibangun Maret mendatang," tutur Isnawa kepada KORAN SINDO, Kamis, 22 Desember 2016 kemarin. Pembangunan fasilitas ini memakan waktu sekitar 18 bulan. Bila sukses maka di tahun 2018 nanti, DKI Jakarta akan mampu mengurangi beban 2.000 ton sampah setiap hari.

Meski menganggarkan nilai sebesar itu, Isnawa melanjutkan, Dinas Kebersihan tidak akan merogoh kocek seluruhnya pembangunan. Sebab, penyertaan modal dilakukan sepenuhnya oleh dua perusahaan tersebut. Sementara Dinas Kebersihan nantinya akan membayar mereka Rp500.000 per ton sampahnya.

Sekalipun terbilang besar, lanjut Aji, pihaknya akan tetap mengalami keuntungan. Sebab, hasil dari kimiawi yang menghasilkan listrik 35 megawatt nanti akan bisa dijual kepada PLN. Sementara residunya akan di jual ke PT KAI untuk membangun rel kereta maupun ke daerah pesisir lain untuk bahan reklamasi.

"Adanya fasilitas itu juga, mampu menekan biaya operasional truk sampah dari Jakarta ke TPST Bantar Gebang," ucap Isnawa. Pantauan KORAN SINDO dilahan bakal jadi ITF tersebut masih terbangun pusat pengepresan sampah. Setiap hari 50 kontainer truk sampah ukuran 45 feet berangkat dari kawasan itu.

Kontainer itu mengangkut belasan tonase sampah hasil pengakutan sampah penduduk di sekitaran kawasan Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
(whb)
Berita Terkait
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Lebaran, Volume Sampah...
Lebaran, Volume Sampah Warga Jakarta Menurun
Imbas Aksi May Day 2023,...
Imbas Aksi May Day 2023, Pemprov DKI Jakarta Angkut 30 Ton Sampah
Pemprov DKI Bakal Kerahkan...
Pemprov DKI Bakal Kerahkan Drone untuk OTT Pembuang Sampah di Bantaran Kali
PLN EPI-Pemprov DKI...
PLN EPI-Pemprov DKI Jakarta Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
Inilah Ragam Teknologi...
Inilah Ragam Teknologi Pengolahan Sampah untuk Perkuat ITF Sarana Jaya
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
4 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
6 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
7 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
8 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
8 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
9 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved