Tim SAR: Heli TNI AD yang Hilang Terdeteksi di Tengah Hutan
Kamis, 24 November 2016 - 23:26 WIB
Tim SAR: Heli TNI AD yang Hilang Terdeteksi di Tengah Hutan
A
A
A
BALIKPAPAN - Tim SAR berhasil mendeteksi titik keberadaan Helikopter Bell 5166 yang hilang di Long Bawan pada Kamis siang (24/11/2016). Diperkirakan heli nahas tersebut berada di titik koordinat 03 48’ 54”.00 /N 116 03.6’ E atau sekitar 40 km dari Long Bawan.
Kepala Basarnas Kota Balikpapan, Mujiono menyebutkan, malam ini pihaknya berhasil mendeteksi keberadaan posisi helikopter. Pencarian melalui peta ini dilakukan setelah mendapat sinyal terakhir yang diterima pesawat Susi Air pukul 14.55 Wita.
“Setelah diplot di map jarak Juwata ke titik LKP itu di sekitar 176, 33 kilometer ke titik koordinat. Itu di tengah-tengah hutan lebat kemudian ada bukit tidak ada perkampungan. Kalau saya ambil dari titik koordinat dari Long bawan ke lokasi sekitar 40 km,” timpalnya.
Mujiono didampingi Kasi Ops Basarnas Kota Balikpapan-Kaltim Octavianus dalam keterangan Kamis malam di kantornya Jalan Iswayudi, Balikpapan, Kamis (24/11/2016).
Menurutnya, dari titik kordinat itu, lokasi medan sangat sulit dengan kemiringan kontur 45 derajat. “Hutan lebat sekali dan bukit dengan kemiringan kontur tanah 45 derajat. Tidak ada pemukiman penduduk," ujarnya. Akses menuju lokasi akan ditempuh menggunakan heli dan pesawat termasuk jalur darat.
“Besok bantuan kita gunakan kita sudah koordinasi potensi SAR, TNI/ Polri, dan rescue lainya. Tapi, kami mempersiapkan potensi dari Kodam malam ini sudah bergerak kemudian Koramil untuk melaksanakan penyisiran,” katanya.
Mujiono belum berani memastikan 100% temuan helikopter itu jika belum menuju lokasi jatuhnya helikopter.
“Belum karena itu hanya dari visual data yang terhimpun dari locater visual terminal. Dari titik koordinat itu berdasarkan pengalaman 99% , 100% setelah kita menuju lapangan,” timpalnya.
Selain itu, besok pencarian didukung oleh Heli Super Puma dari Makasar dan Casa dari Manado, lalu Pelita air service drop logistik ke Long Bawan.
“Kalau personel darat kita belum dapat data dari Kodam. Yang pasti seluruh unsur, SAR, TNI/Polri, Koramil, rescue lainnya akan turun,” tandasnya.
Kepala Basarnas Kota Balikpapan, Mujiono menyebutkan, malam ini pihaknya berhasil mendeteksi keberadaan posisi helikopter. Pencarian melalui peta ini dilakukan setelah mendapat sinyal terakhir yang diterima pesawat Susi Air pukul 14.55 Wita.
“Setelah diplot di map jarak Juwata ke titik LKP itu di sekitar 176, 33 kilometer ke titik koordinat. Itu di tengah-tengah hutan lebat kemudian ada bukit tidak ada perkampungan. Kalau saya ambil dari titik koordinat dari Long bawan ke lokasi sekitar 40 km,” timpalnya.
Mujiono didampingi Kasi Ops Basarnas Kota Balikpapan-Kaltim Octavianus dalam keterangan Kamis malam di kantornya Jalan Iswayudi, Balikpapan, Kamis (24/11/2016).
Menurutnya, dari titik kordinat itu, lokasi medan sangat sulit dengan kemiringan kontur 45 derajat. “Hutan lebat sekali dan bukit dengan kemiringan kontur tanah 45 derajat. Tidak ada pemukiman penduduk," ujarnya. Akses menuju lokasi akan ditempuh menggunakan heli dan pesawat termasuk jalur darat.
“Besok bantuan kita gunakan kita sudah koordinasi potensi SAR, TNI/ Polri, dan rescue lainya. Tapi, kami mempersiapkan potensi dari Kodam malam ini sudah bergerak kemudian Koramil untuk melaksanakan penyisiran,” katanya.
Mujiono belum berani memastikan 100% temuan helikopter itu jika belum menuju lokasi jatuhnya helikopter.
“Belum karena itu hanya dari visual data yang terhimpun dari locater visual terminal. Dari titik koordinat itu berdasarkan pengalaman 99% , 100% setelah kita menuju lapangan,” timpalnya.
Selain itu, besok pencarian didukung oleh Heli Super Puma dari Makasar dan Casa dari Manado, lalu Pelita air service drop logistik ke Long Bawan.
“Kalau personel darat kita belum dapat data dari Kodam. Yang pasti seluruh unsur, SAR, TNI/Polri, Koramil, rescue lainnya akan turun,” tandasnya.
(sms)