PT KAI-Pemprov DKI Cari Cara Urai Kemacetan di Depan Stasiun Tanah Abang

Kamis, 24 November 2016 - 01:25 WIB
PT KAI-Pemprov DKI Cari...
PT KAI-Pemprov DKI Cari Cara Urai Kemacetan di Depan Stasiun Tanah Abang
A A A
JAKARTA - PT KAI Daop 1 Jakarta akan berkoodinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Koordinasi ini sangat penting agar lalu lintas kendaraan maupun orang di depan stasiun tersebut tak terganggu.

Pantauan KORAN SINDO pada Rabu 22 November 2016 kemarin, adanya peningkatan trotoar di depan Stasiun Tanah Abang membuat jalanan semakin menyempit. Kondisi ini diperparah dengan barisan sejumlah angkutan yang mengetem secara sembarang.

Barisan angkot ini memenuhi bibir jalan sepanjang 200 meter hingga membuat kemacetan tak terhindarkan. Belum lagi dengan barisan tukang ojek aplikasi dan pangkalan di kawasan itu.

Pengendara kendaraan bermotor lainnya terpaksa harus mengurangi laju kendaraan, demi menghindari senggolan kendaraan. "Tiap hari, tiap jam, tiap waktu selalu saja macet. Petugas Dishub bukan beraksi mengurai kemacetan, malah diam aja," keluh Yasir (38) salah satu pengendara motor ditemui di lokasi, Rabu, 23 November 2016 kemarin.

Perluasaan trotoar di kawasan masih tak terlihat efektif. Malahan dengan adanya perluasan membuat pedagang malah semakin leluasa. Mereka menguasai sejumlah trotoar membuat pejalanan kaki menjadi kehilangan hak.

Senior Manager PT KAI Daop 1 Jakarta Sapto Hartoyo mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta mengatasi kemacetan Tanah Abang. Termasuk membangun parkiran dan kembali memagari kawasan itu.

"Ya, nanti di pagar setelah pembangunan trotoar selesai," kata Sapto kepada wartawan Rabu, 23 November 2016. Sapto menambahkan, telah meminta petugas dari TNI AL dan Polsuska ada untuk mengawasi pedagang.

"Para pedagang dilarang berjualan di dekat pintu pintu masuk dan keluar stasiun. Upaya itu dianggap membantu arus penumpang keluar agar berjalan teratur," ucapnya.

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Jogo menegaskan, butuh komitmen kuat mengatasi kesemrawutan di sekitar Tanah Abang. Penempatan petugas tanpa adanya penertiban membuat kesemrawutan di kawasan itu tak terhindarkan.

Karena itu, Nirwono menyarankan agar Pemprov DKI harus tegas terhadap penertiban itu demi mengatasi kemacetan."Penertiban rutin dengan denda maksimal harus dilakukan demi memberikan efek jera.
Kalau rutin dilakukan mereka juga akan kapok," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
1 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
2 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
2 jam yang lalu
2 Pemuda di Depok Ditangkap,...
2 Pemuda di Depok Ditangkap, Celurit hingga Airsoft Gun Disita Polisi
2 jam yang lalu
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
12 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
13 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved