Jadi Tersangka, Ahok Instruksikan Pendukung Banjiri TPS 15 Februari
Rabu, 16 November 2016 - 12:32 WIB
Jadi Tersangka, Ahok Instruksikan Pendukung Banjiri TPS 15 Februari
A
A
A
JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) meminta para pendukungnya untuk menerima status tersangka yang ditetapkan Bareskrim Polri terhadapnya.
"Saya harap para pendukung untuk menerima status tersangka saya dengan ikhlas. Karena kita yakin polisi kita pasti profesional menetapkan itu sebagai tersangka, jadi kita cuma mengingatkan kepada pendukung, ini bukan akhir," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2016).
Ahok mengatakan jika harapannya agar proses setelah ini bisa digelar terbuka."Dan ingat 15 Februari pemilihan, kami tetap ikut. Jadi tolong para pendukung kami datang ke TPS untuk memenangkan kami satu putaran. Itu yang kita harapkan," kata Djarot.
Hal ini, lanjut Ahok, agar dapat menunjukkan sebuah proses yang baik untuk negara Indonesia. Menurut Ahok, pengadilan yang nantinya dijalani bukan untuk memperjuangkan kasus Ahok namun juga hal lainnya.
"Bagi saya ini di pengadilan bukan untuk memperjuangkan kasus Ahok saja. Ini akan menentukan arah NKRI ini mau gimana kedepan. Karena kita yakin disetiap orang itu sama dimuka hukum. Saya terima kasih kepada kepolisian yang sudah memproses," kata Ahok.
"Tersangka ini bagi saya sesuatu yang saya akan terima, kita akan ikuti semua proses hukum dengan baik. Dan saya kira ini satu contoh yang baik untuk demokrasi. Saya kira itu, dan tentu teman-teman yang mendukung saya harapkan tetap semangat dan kita buat satu putaran buat Ahok-Djarot," tutup Ahok.
"Saya harap para pendukung untuk menerima status tersangka saya dengan ikhlas. Karena kita yakin polisi kita pasti profesional menetapkan itu sebagai tersangka, jadi kita cuma mengingatkan kepada pendukung, ini bukan akhir," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2016).
Ahok mengatakan jika harapannya agar proses setelah ini bisa digelar terbuka."Dan ingat 15 Februari pemilihan, kami tetap ikut. Jadi tolong para pendukung kami datang ke TPS untuk memenangkan kami satu putaran. Itu yang kita harapkan," kata Djarot.
Hal ini, lanjut Ahok, agar dapat menunjukkan sebuah proses yang baik untuk negara Indonesia. Menurut Ahok, pengadilan yang nantinya dijalani bukan untuk memperjuangkan kasus Ahok namun juga hal lainnya.
"Bagi saya ini di pengadilan bukan untuk memperjuangkan kasus Ahok saja. Ini akan menentukan arah NKRI ini mau gimana kedepan. Karena kita yakin disetiap orang itu sama dimuka hukum. Saya terima kasih kepada kepolisian yang sudah memproses," kata Ahok.
"Tersangka ini bagi saya sesuatu yang saya akan terima, kita akan ikuti semua proses hukum dengan baik. Dan saya kira ini satu contoh yang baik untuk demokrasi. Saya kira itu, dan tentu teman-teman yang mendukung saya harapkan tetap semangat dan kita buat satu putaran buat Ahok-Djarot," tutup Ahok.
(whb)