Kroscek Kedatangan Anas Saat Kampanye, Panwaslu akan Panggil Djarot
Jum'at, 11 November 2016 - 20:32 WIB
Kroscek Kedatangan Anas Saat Kampanye, Panwaslu akan Panggil Djarot
A
A
A
JAKARTA - Terkait kedatangan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi saat kampanye Djarot Saiful Hidayat di Kembangan mulai diperiksa Panwaslu Jakarta Barat. Rencananya, Panwaslu Jakbar akan memanggil Djarot untuk mengkroscek kebenaran masalah tersebut.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat Puadi mengatakan akan memanggil Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Senin 14 November 2016 mendatang.
Pemanggilan Djarot dilakukan karena ada kehadiran Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi saat cawagub petahana itu hendak blusukan menyapa warga di Jakarta Barat.
"Baru rencananya, surat juga baru dilayangkan besok pagi. Kita mau kroscek doang," kata Puadi saat dihubungi wartawan, Jumat (11/11/2016).
Puadi menambahkan pemanggilan ini terkait masalah netralitas aparatur sipil negara (ASN). "Ya kemudian kan media menginformasikan ada ketidaknetralan. Sehingga kita panggil Pak Wali. Kita kroscek tadi sesuai enggak dengan yang kita kroscek dengan Pak Djarot," kata Puadi.
Lebih lanjut, Puadi menambahkan jika Anas sendiri sudah dipanggil oleh Panwaslu Jakbar hari ini pukul 10.00 WIB tadi. Pemanggilan ini meminta keterangan dengan kehadiran Anas saat acara blusukan Djarot tersebut.
"Jawabannya Pak Anas karena dia yang punya wilayah. Kondisi saat itu kan ada penolakan di Kembangan dan warga ramai. Informasinya dia mengamankan kondisi di lapangan karena dia yang punya wilayah," kata Puadi.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Barat Puadi mengatakan akan memanggil Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada Senin 14 November 2016 mendatang.
Pemanggilan Djarot dilakukan karena ada kehadiran Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi saat cawagub petahana itu hendak blusukan menyapa warga di Jakarta Barat.
"Baru rencananya, surat juga baru dilayangkan besok pagi. Kita mau kroscek doang," kata Puadi saat dihubungi wartawan, Jumat (11/11/2016).
Puadi menambahkan pemanggilan ini terkait masalah netralitas aparatur sipil negara (ASN). "Ya kemudian kan media menginformasikan ada ketidaknetralan. Sehingga kita panggil Pak Wali. Kita kroscek tadi sesuai enggak dengan yang kita kroscek dengan Pak Djarot," kata Puadi.
Lebih lanjut, Puadi menambahkan jika Anas sendiri sudah dipanggil oleh Panwaslu Jakbar hari ini pukul 10.00 WIB tadi. Pemanggilan ini meminta keterangan dengan kehadiran Anas saat acara blusukan Djarot tersebut.
"Jawabannya Pak Anas karena dia yang punya wilayah. Kondisi saat itu kan ada penolakan di Kembangan dan warga ramai. Informasinya dia mengamankan kondisi di lapangan karena dia yang punya wilayah," kata Puadi.
(ysw)