Muhammadiyah Pegang Komitmen Jokowi Tak Lindungi Ahok
Selasa, 08 November 2016 - 15:44 WIB
Muhammadiyah Pegang Komitmen Jokowi Tak Lindungi Ahok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan tak akan melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama merupakan bentuk moralitas dan kenegarawanan Jokowi.
?"Yang boleh jadi dalam persepsi publik kan sering dikait-kaitkan. Karena beliau (Jokowi) pernah menjadi gubernur dan pak Ahok menjadi wakil gubernur," ujar Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11/2016).
Menurut Haedar, mungkin publik memiliki persepsi berbeda mengenai pernyataan Jokowi yang berjanji tak akan melindungi Ahok. Namun Muhammadiyah mengambil persepsi positif terkait pernyataan tersebut. (Baca: Fadli Zon Sindir Jokowi yang 'Ngibrit' Saat Akan Ditemui Pendemo)
Menurutnya, pernyataan Jokowi bentuk komitmen pribadi yang patut dipegang sebagai jaminan bahwa pemerintah secara nyata tidak akan melindungi Ahok dalam kasus yang menjeratnya.
"Tentu semua pihak harus menaruh komitmen ini dan tidak menyumbangkan kembali berbagai spekulasi yang akhirnya memicu reaksi-reaksi baru dan ketidakpuasan baru," ungkapnya. (Baca: Jokowi Tak Temui Demonstran Pangkal Kericuhan Demo 4 November)
Saat disinggung apakah komitmen Jokowi merupakan bagian dari usulan Muhammadiyah, Haedar menolak hal tersebut. Menurutnya, komentar yang keluar dari' mulut' Jokowi bentuk dari komitmen personal maupun dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan.
"Oh, tidak. Kan pak Jokowi seorang negarawan yang sudah tahu membaca apa yang bakal ditanyakan oleh wartawan," tandasnya.
?"Yang boleh jadi dalam persepsi publik kan sering dikait-kaitkan. Karena beliau (Jokowi) pernah menjadi gubernur dan pak Ahok menjadi wakil gubernur," ujar Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11/2016).
Menurut Haedar, mungkin publik memiliki persepsi berbeda mengenai pernyataan Jokowi yang berjanji tak akan melindungi Ahok. Namun Muhammadiyah mengambil persepsi positif terkait pernyataan tersebut. (Baca: Fadli Zon Sindir Jokowi yang 'Ngibrit' Saat Akan Ditemui Pendemo)
Menurutnya, pernyataan Jokowi bentuk komitmen pribadi yang patut dipegang sebagai jaminan bahwa pemerintah secara nyata tidak akan melindungi Ahok dalam kasus yang menjeratnya.
"Tentu semua pihak harus menaruh komitmen ini dan tidak menyumbangkan kembali berbagai spekulasi yang akhirnya memicu reaksi-reaksi baru dan ketidakpuasan baru," ungkapnya. (Baca: Jokowi Tak Temui Demonstran Pangkal Kericuhan Demo 4 November)
Saat disinggung apakah komitmen Jokowi merupakan bagian dari usulan Muhammadiyah, Haedar menolak hal tersebut. Menurutnya, komentar yang keluar dari' mulut' Jokowi bentuk dari komitmen personal maupun dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan.
"Oh, tidak. Kan pak Jokowi seorang negarawan yang sudah tahu membaca apa yang bakal ditanyakan oleh wartawan," tandasnya.
(ysw)