KPU: Agar Tak Diusir, Cagub Koordinasi dengan Masyarakat saat Kampanye

Rabu, 09 November 2016 - 00:28 WIB
KPU: Agar Tak Diusir,...
KPU: Agar Tak Diusir, Cagub Koordinasi dengan Masyarakat saat Kampanye
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI akan memidanakan warga yang sengaja mengancam keselamatan pasangan calon Gubernur dan Wagub yang hendak kampanye di Pilgub DKI. Langkah tegas ini diambil sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam UU No.8/2012 tentang Pemilihan Umum.

Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, pasangan calon berhak kampanye di seluruh DKI Jakarta. Asalkan bukan di lokasi yang dilarang seperti tempat ibadah dan lembaga pendidikan.

Untuk itu, Sumarno mengingatkan jika ada warga yang melakukan tindakan penolakan mengarah sampai mengancam jiwa seseorang, pelaku bisa dijerat hukum pidana.

"Hak warga menyampaikan aspirasinya sepanjang disampaikan secara benar dan tidak boleh anarkis. Tidak mencaci maki apalagi melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum," kata Sumarno kepada wartawan Selasa, 8 November 2016 kemarin.

Sumarno juga meminta kepada tim pemenangan pasangan calon berkoordinasi dan berkomunikasi dengan masyarakat di lokasi yang akan dijadikan tempat kampanye mereka. "Supaya masyarakat tahu dan tidak kaget menerima kedatangan pasangan calon . Karena sudah tahu apa maksud dan tujuan kedatangannya. Sehingga tidak terjadi penolakan seperti selama ini," pintanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setyono menambahkan, telah meningkatkan pengamanan untuk pasangan calon. "Polisi pasti mengantisipasinya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pasti kita amankan. Untuk personel yang kita turunkan, tergantung dengan kekuatan ancamannya aja," ujar Awi.

Menurut Awi, jika terjadi pelanggaraan saat pasangan calon melakukan kampanye maka prosesnya akan ditangani oleh Bawaslu terlebih dahulu. Kemudian, apabila pelanggaran itu berupa tindak pidana maka akan ditangani Polda Metro Jaya.

"Itu melalui Bawaslu. jadi proses pelanggaran itu dilaporkan ke Bawaslu. Bawaslu meneliti itu administrasi atau pidana, kalau administrasi Bawaslu yang menyelesaikan eksekutornya. Jika ada unsur pidana diserahkan ke polisi," ucap Awi.
(whb)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Polstat: Elektabilitas...
Survei Polstat: Elektabilitas Anies Tertinggi di Pilgub DKI Jakarta, Ahok Kedua
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Survei Cagub DKI: Anies...
Survei Cagub DKI: Anies Baswedan Terkuat, Elektabilitas Ahmad Sahroni di atas Djarot
Berita Terkini
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
2 jam yang lalu
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
3 jam yang lalu
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
4 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
5 jam yang lalu
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved