GNPF-MUI: Polisi Bohong, 1 Demonstran Meninggal Bukan karena Asma

Minggu, 06 November 2016 - 04:35 WIB
GNPF-MUI: Polisi Bohong,...
GNPF-MUI: Polisi Bohong, 1 Demonstran Meninggal Bukan karena Asma
A A A
JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyebutkan, jika warga Cicurug, Tangerang, Banten, Syahrie Oemar (65) meninggal bukan karena penyakit asma.

Tapi Syahrie menjadi korban tembakan gas air mata aparat penegak hukum. Hal itu dikatakan, Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir. Menurutnya, korban tidak memiliki riwayat penyakit asma.

"Kami malam ini akan ke rumah duka yang menjadi korban kemarin, Pak Syahrie warga Banten. Dan kami klarifikasi, dia tidak punya penyakit asma, istrinya bilang demikian. Sekali lagi, polisi bohong," kata Bachtiar Nasir di Senayan, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menyebutkan, Syahrie merupakan seorang guru ngaji. Dia meninggal saat dirawat di RSPAD Gatot Subroto setelah sempat ambruk di lokasi demo.

""Korban meninggal dunia karena asma, tidak ditemukan luka-luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Awi Setiyono.

Sementara Koordinator Medis GNPF-MUI Salim Assegaf mengungkapkan, kalau jumlah massa aksi Bela Islam II yang menjadi korban luka akibat tembakan gas air mata itu ada ratusan.

Mereka dilarikan ke RS Budi Kemuliaan, RSCM, dan RS lainnya. Umumnya, mereka terluka karena tembakan terkena gas air mata.

"Jumlah pasien dikatakan (Polri) dibawah 10-15 orang, faktanya itu di Budi Kemuliaan saja 165 orang, di RS lain 40 orang, lalu di RSCM juga ada yang harus dioperasi matanya dan ada yang dioperasi patah kaki," tuturnya.

Maka itu, beber Salim, dia pun menyindir pernyataan petinggi Polri yang menyebutkan, tembakan gas air mata itu tidak akan melukai massa, dia pun membantah pernyataan tersebut.

Lebih jauh, gas air mata pun bila masuk ke saluran pernapasan bisa membuat pembengkakan saluran pernapasan.

"Kalau niatnya preventif, harusnya itu (massa) diberikan ruang keluar, dari kasus yang kami tangani itu di RSCM, RSUD Tarakan, termasuk Ustaz Arifin Ilham. Selain kena gas air mata, dia ada benturan tumpul, kemungkinan peluru karet," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Forum Umat Islam Sumsel...
Forum Umat Islam Sumsel Minta Pendeta Saifudin Ditangkap
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Alasan Kesehatan, Selebgram...
Alasan Kesehatan, Selebgram Tersangka Penistaan Agama Lina Mukherjee Tidak Ditahan
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama
Aksi Tolak Ajaran Ponpes...
Aksi Tolak Ajaran Ponpes Al Zaytun Meluas
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Pemeriksaan Lanjutan di Bareskrim Polri
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
7 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
9 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
9 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
9 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
9 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved