11 Orang Meninggal Terserang Demam Berdarah di Yogya

Sabtu, 05 November 2016 - 19:59 WIB
11 Orang Meninggal Terserang...
11 Orang Meninggal Terserang Demam Berdarah di Yogya
A A A
YOGYAKARTA - Tren kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2016 ini saja, tercatat sudah 1.377 kasus demam berdarah dengan 11 orang meninggal dunia.

"Kami akan petakan ulang titik kerawanan demam berdarah berdasarkan jumlah penderita. Ada kecenderungan di bulan-bulan tertentu penderitanya melonjak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Vita Yulia Kisworini, Sabtu (5/11/2016).

Vita menyebut, tingginya angka demam berdarah harus menjadi keprihatinan bersama. Pemkot Yogyakarta kini mulai menggagas pengembangan sistem informasi guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Hasil pemetaan tersebut akan diinformaskan kepada masyarakat secara berkala, menyesuaikan potensi peningkatan kasus demam berdarah.

"Akan dibuat laman khusus untuk akses seputar demam berdarah. Setiap perkembangan terbaru terhadap kasus demam berdarah, juga akan kami unggah di laman tersebut. Agar masyarakat bisa memahami kondisi faktual serta dapat melakukan pencegahan," jelas Vita.

Kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta tahun ini merata di seluruh kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan. Berbeda jika dibandingkan tahun 2015, di mana ada dua kelurahan yang 0% kasus demam berdarah, yaitu Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman, dan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman.

"Tahun ini kasus yang paling banyak terjadi di Kelurahan Rejowinangun, Kricak, Tegalrejo, Baciro, dan Wirobrajan. Di tiap kelurahan tersebut, lebih dari 30 orang terjangkit DBD," terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Yudiria Amelia menambahkan, lonjakan jumlah kasus demam berdarah tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta.

"Kondisi ini terjadi lantaran sejak Januari hingga bulan ini cuaca cenderung basah atau masih sering turun hujan saat kemarau. Dalam sebulan, rata-rata terjadi peningkatan 100 kasus baru. Khusus September saja ada 109 kasus baru," jelasnya.

Oleh karena itu, seiring peningkatan kasus yang cukup signifikan, masyarakat juga diminta proaktif. Diantaranya dengan mengoptimalkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan program juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah.

"Kalau dulu satu RT satu jumantik, sekarang kita ubah satu keluarga satu jumantik," imbuhnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Indonesia Negara dengan...
Indonesia Negara dengan Kasus DBD Tertinggi di Dunia
Berita Terkini
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
19 menit yang lalu
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
40 menit yang lalu
Jadi Kawasan Strategis...
Jadi Kawasan Strategis Jakarta, PPK Kemayoran Berbenah
51 menit yang lalu
Pramono Minta Tarif...
Pramono Minta Tarif LRT Pegangsaan Dua-Manggarai Harus Terjangkau Masyarakat
51 menit yang lalu
Dukung Program Pemerintah,...
Dukung Program Pemerintah, Cek Kesehatan Segitiga Telah Jangkau 15.000 Masyarakat
54 menit yang lalu
Pelajar Perakit Bom...
Pelajar Perakit Bom di MAN 3 Padang Belajar dari Internet, Terinspirasi Kasus Bom SMA 72 Jakarta
1 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved