Pengamat: Tata Kelola Sekolah di Tangsel Harus Dibenahi

Jum'at, 28 Oktober 2016 - 00:28 WIB
Pengamat: Tata Kelola...
Pengamat: Tata Kelola Sekolah di Tangsel Harus Dibenahi
A A A
TANGERANG SELATAN - Beredarnya buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memasukkan dua barang haram (ganja dan kokain) sebagai jamu, menunjukkan tata kelola sekolah di Tangerang Selatan (Tangsel) patut dipertanyakan.

“Kami berterima kasih Dinas Pendidikan cepat tanggap, tetapi harus dicermati mengapa buku LKS ini bisa berada di sekolah dan sampai di tangan siswa,” kata Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kota Tangsel Abdullah Ubaid, Kamis, 27 Oktober 2016 kemarin.

Menurut Ubaid, kesalahan pertama, tentang adanya buku LKS di sekolah yang jelas bertentangan dengan Permendikbud Nomor 8/2016. Peraturan tersebut menggariskan bahwa sekolah tidak boleh menjual buku LKS.

LKS tidak perlu lagi karena seharusnya latihan-latihan itu dibuat oleh guru sendiri. “Dalam kurikulum 2013, tidak ada LKS. Kalau ada, itu kesalahan dan harus dihentikan. Mengapa dalam hal ini, Dinas Pendidikan tidak dapat memberi sanksi tegas kepada pihak sekolah.' ujarnya.

Kedua, lanjut Ubaid, dari sisi konten isi buku itu jelas bertentangan dengan UU Narkotika yang menjadikan ganja dan kokain sebagai jamu."Untuk itu, penerbit dan pengarang buku LKS perlu untuk diselidiki. Ada dua kemungkinan, penulisnya tidak kompeten di bidangnya (karena itu dia tidak tahu), atau memang ada kesengajaan dari penulis," ucapnya.

Bila ada unsur kesengajaan, maka harus ada sanksi hukum yang tegas. "Jika tidak sengaja, maka itulah cermin pendidikan kita," katanya.

Ubaid menuturkan, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kota Tangsel mempertanyakan peran stakeholder sekolah selama ini. Dalam institusi sekolah, ada banyak pihak yang terkait.

Dari unsur pemerintah, ada Dinas Pendidikan dan juga Inspektorat. Unsur sekolah ada guru, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan juga komite sekolah. “Harusnya, deteksi dini terhadap buku LKS itu sudah dapat dilakukan sebelum buku sampai di tangan siswa. Tapi, nyatanya, mereka belum mampu menjalankan perannya dengan baik,” jelasnya.

Kejadian ini, lanjut Ubaid, menunjukkan tata kelola sekolah di Tangsel masih karut-marut dan perlu dibenahi.
(whb)
Berita Terkait
Letusan Kasus Pelecehan...
Letusan Kasus Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan Menggemparkan
Kasus Rudapaksa Dokter...
Kasus Rudapaksa Dokter PPDS, Menkes: Pendidikan Kedokteran Perlu Dibenahi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
KPK Sebut Pendidikan...
KPK Sebut Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi Uang
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
56 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved