Belum Ada Bukti, Polisi Diminta Tak Banyak Omong
Jum'at, 21 Oktober 2016 - 06:45 WIB
Belum Ada Bukti, Polisi Diminta Tak Banyak Omong
A
A
A
JAKARTA - Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar meminta, agar kepolisian tidak banyak omong terkait isu radikalisme dan teroris. Menurutnya, saat ini polisi harus fokus bekerja.
"Jangan asal ngomong soal ISIS. Lidik dahulu, kumpulkan bukti, lalu sampaikan kepada masyarakat," ucap Bambang saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis 20 Oktober 2016.
Menurut Bambang, isu radikalisme dan terorisme sangat rentan. Sehingga sekecil apapun masyarakat akan mencari info, termasuk pemberitaan. Bila mana info yang ada menjadi simpang siur, maka membuat kegaduhan masyarakat.
Bambang melanjutkan, terkait kasus yang terjadi di Cikokol dan rentetan kasus lainnya. Ia menilai, itu merupakan kecolongan dari tim intelijen kepolisian. Semestinya, dengan dipilihnya Budi Gunawan (BG) sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN), koordinasi untuk menekan radikalisme bisa dilakukan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Budi Gunawan bisa saling bersinergi, menyebar intelijennya, mewasdai dan mengantisipasi serangan yang di lakukan ISIS maupun simpatisannya.
"Jadi polanya early warning. Lakukan antisipasi sebelum mereka meneror," katanya. (Baca: Pelaku Serangan di Pospol Tangerang Ternyata Suka Menyendiri)
"Jangan asal ngomong soal ISIS. Lidik dahulu, kumpulkan bukti, lalu sampaikan kepada masyarakat," ucap Bambang saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis 20 Oktober 2016.
Menurut Bambang, isu radikalisme dan terorisme sangat rentan. Sehingga sekecil apapun masyarakat akan mencari info, termasuk pemberitaan. Bila mana info yang ada menjadi simpang siur, maka membuat kegaduhan masyarakat.
Bambang melanjutkan, terkait kasus yang terjadi di Cikokol dan rentetan kasus lainnya. Ia menilai, itu merupakan kecolongan dari tim intelijen kepolisian. Semestinya, dengan dipilihnya Budi Gunawan (BG) sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN), koordinasi untuk menekan radikalisme bisa dilakukan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Budi Gunawan bisa saling bersinergi, menyebar intelijennya, mewasdai dan mengantisipasi serangan yang di lakukan ISIS maupun simpatisannya.
"Jadi polanya early warning. Lakukan antisipasi sebelum mereka meneror," katanya. (Baca: Pelaku Serangan di Pospol Tangerang Ternyata Suka Menyendiri)
(mhd)