PKS Sebut Ucapan Ahok Berbahaya untuk Kehidupan Berbangsa

Selasa, 11 Oktober 2016 - 10:57 WIB
PKS Sebut Ucapan Ahok...
PKS Sebut Ucapan Ahok Berbahaya untuk Kehidupan Berbangsa
A A A
JAKARTA - DPP PKS menilai pernyataan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP PKS Almuzzammil Yusuf mengatakan, ucapan Ahok saat berdialog dengan warga di Kepulauan Seribu, jelas-jelas telah menodai Pancasila. “Pidato Ahok itu tidak patut disampaikan oleh seorang Gubernur yang tinggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang majemuk ini. Dia telah menodai Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila Persatuan Indonesia.” kata Almuzzammil, melalui siaran persnya, Selasa (11/10/2016).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengatakan, pernyataan Ahok ini jangan hanya dilihat dalam konteks Pilgub DKI tapi lebih dari itu sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dia tidak hanya menghina ajaran dan umat Islam tapi juga pernah menghina ajaran agama Kristen yang menyatakan Kristen adalah agama konyol dalam rapat resmi Pemprov DKI Jakarta, hal tersebut ada dalam video dengan link https://www.youtube.com/watch?v=oF6gx4P_2WY.

“ Pernyataannya memperlihatkan dia telah menodai sila Ketuhanan yang Maha Esa. Wujud dari sila ini adalah sikap saling toleran, menghargai dan menghormati ajaran agama yang berbeda-beda. Dia abaikan ini semua.” tandasnya.

Dalam hal ini, Almuzzammil melihatpernyataan Ahok berpotensi menyulut kemarahan umat beragama sehingga menodai sila Persatuan Indonesia.

“Di Jakarta dia adalah gubernur bagi semua umat beragama. Dia seharusnya memberikan teladan dengan menjaga ucapannya supaya tidak menghina keyakinan ajaran agama supaya tidak terjadi perpecahan antar antar warga.” tambahnya.

Karena ini masuk kasus penghinaan terhadap agama dan umat beragama masuk dalam pidana umum, kata Muzzammil, Kepolisian harus segera memproses pengaduan dari masyarakat. "Bukti penghinaannya jelas. Meskipun yang bersangkutan meminta maaf proses hukum harus tetap berjalan. Karena ini masuk pidana umum," jelasnya.

Dia menambahkan, tidak perlu dikaitkan dengan surat edaran Kapolri tentang Pilgub. Apalagi yang bersangkutan adalah bakal calon. Belum ditetapkan KPUD sebagai calon resmi Gubernur. Jadi semua harus ditindak tegas.
(whb)
Berita Terkait
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Respons Ganjar soal...
Respons Ganjar soal Wacana Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Menakar Peluang Duet...
Menakar Peluang Duet Anies-Ahok di Pilkada DKI Jakarta
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
56 menit yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
1 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
1 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
1 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
2 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved