Kemiskinan Mengubur Cita-cita Bocah Perempuan Ini Menjadi Guru

Minggu, 09 Oktober 2016 - 06:03 WIB
Kemiskinan Mengubur...
Kemiskinan Mengubur Cita-cita Bocah Perempuan Ini Menjadi Guru
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Diusia yang masih belia, Mupar Ropah (12), sudah merasakan getirnya kehidupan. Pasalnya, bocah yang tinggal di Jalan Merpati, RT 24, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini harus membanting tulang mencari nafkah dengan cara jualan kue, demi menghidup ibu dan satu kakaknya yang terbelakang mental.

Cita-citanya menjadi seorang guru pun sirna, lantaran bocah kelahiran Lalelaok, Sampang, Madura 14 Juli 2004 ini harus putus sekolah semenjak sang Ayah Maidel Jedel (56) meninggal dunia.

Saat itu juga, ia berhenti sekolah ketika duduk di bangku kelas 4 SD. Ia lebih memilih membantu ibunya, Patmi (49) berjualan kue cucur dan ketan. Sudah satu tahun ini Mupar berjualan kue keliling.

"Ya bagimana lagi. Ayah sudah meninggal satu tahun lalu. Sudah tidak ada biaya untuk sekolah. Kasihan ibu kalau jualan sendiri. Biarlah saya putus sekolah untuk berjualan demi menghidupi ibu dan kakak saya yang mengalami gangguan jiwa," ujar Mupar sambil meneteskan air mata di depan rumah kontrakannya di dampingi sang ibu, Sabtu (8/10/2016).

Sejak pagi hari ia dan sang ibu sudah membuat kue cucur dan ketan. Kemudian pada pukul 14.00 WIB - 17.00 WIB, Mupar berjualan menyusuri jalan mulai dari Jalan Syutan Syahrir hingga ke Lapangan Termili Pangkalan Bun.

"Ya kadang sehari dapat Rp50 ribu. Kalau ramai ya Rp100. Tidak tentu hasilnya. Yang penting bisa untuk membeli beras dan lauk di pasar," ujarnya.

Sementara itu, sang ibu, Patmi (49) mengaku bangga dengan anak perempuannya ini. Meski harus berjualan kue keliling untuk menghidupi dirinya dan kakaknya yang mengalami gangguan jiwa, ia tak malu sama sekali.

Justru Mupar terus bersemangat untuk mencari uang dengan berjualan. "Semenjak Ayahnya meninggal satu tahun lalu, ekonomi kita berantakan. Tak ada lagi yang menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi Kakak Mupar yang bernama Atip (25) mengalami gangguan kejiwaan, jadi mau tidak mau Mupar harus mencari uang," ungkap Patmi.

Ia mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi ekonomi keluarganya. "Karena kalau saya sudah tidak kuat lagi keliling jualan. Hanya Mupar satu-satunya yang bisa mencari rezeki dengan cara berjualan kue. Semoga keluarga kami diberi ketabahan dan selalu bersabar dan tabah menjalani kehidupan ini," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
1 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
2 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
3 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
5 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
5 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved