Bulan Depan, Curah Hujan di Lereng Merapi Meningkat

Kamis, 29 September 2016 - 08:56 WIB
Bulan Depan, Curah Hujan...
Bulan Depan, Curah Hujan di Lereng Merapi Meningkat
A A A
YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan awal musim hujan diprediksi maju dari normal, yakni akhir September ini. Hal ini berlaku di wilayah Sleman, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, dan Bantul bagian utara.

Sementara, untuk Bantul bagian selatan dan Gunungkidul, masuknya musim hujan pada awal bulan Oktober dengan sifat hujan normal atas normal.

Kepala Pos Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono menyampaikan, berdasarkan pengamatan gejala fisik dan dinamika atmosfer, terdapat lima hal yang perlu didiketahui masyarakat, khususnya untuk mengetahui informasi cuaca dan iklim di DIY.

Kelima hal itu mulai dari meningkatnya suhu permukaan laut selatan Jawa 27°C - 30°C dan pengaruh DMI (Dipole Mode) negatif berupa kenaikan temperatur permukaan laut di sebelah barat sumatera.

Kemudian, terdapat La Nina lemah, melemahnya angin timuran dan menguatnya angin baratan, serta posisi gerak semu matahari di bulan Oktober berada di atas Pulau Jawa (selatan ekuator).

"Lima faktor itu mengakibatkan meningkatnya pembentukan awan hujan di DI Yogyakarta dari 27 September hingga 4 Oktober," katanya, Kamis (29/9/2016).

Pada Bulan Oktober nanti, kata Djoko, terdapat potensi curah hujan tinggi, yakni 300 mm/bulan. Curah hujan cukup tinggi itu berada di wilayah Sleman dan Kulon Progo bagian utara. Lokasi itu berada di sekitar lereng Gunung Merapi.

Saat ini, kata dia, merupakan masa pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Terdapat peningkatan potensi cuaca ekstrem, yakni hujan deras dengan curah hujan di atas 50 mm/hari.

"Petir dan angin kencang dengan kecepatan angin di atas 45 km/jam. Untuk suhu maksimum di siang hari 26°C dan kelembaban udara yang tinggi."

Pihaknya meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, serta langkah antisipasi untuk menghadapi perubahan musim ini. Sebab, cuaca ekstrem selama beberapa hari ini berpotensi menjadi penyebab bencana banjir, longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir.

"Waspadai juga gelombang tinggi laut 2,5-4 meter yang berpeluang terjadi di perairan selatan Yogyakarta dan Samudera Hindia selatan Yogyakarta," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Cuaca Ekstrem Mengintai...
Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, BPBD Imbau Warga Waspada Hujan 14–17 Januari
Pagi Cerah, BMKG Prediksi...
Pagi Cerah, BMKG Prediksi Siang Jakarta Diguyur Hujan
Hujan Lebat Disertai...
Hujan Lebat Disertai Petir Bakal Landa Bandung Raya Hari Ini
Ternyata Ini Pemicu...
Ternyata Ini Pemicu Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia
Mengenal TMC, Teknologi...
Mengenal TMC, Teknologi yang Digunakan Pemerintah untuk Halau Cuaca Ekstrem
Cuaca Jakarta Hari Ini...
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan, Bodebek Diguyur Hujan Siang dan Malam Hari
Berita Terkini
Ribuan Titik Panas Kepung...
Ribuan Titik Panas Kepung Kalimantan, Legislator PDIP Desak Optimalisasi Penanganan Karhutla
8 menit yang lalu
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
25 menit yang lalu
Bea Cukai dan Polri...
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 7,9 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Bengkalis
1 jam yang lalu
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
2 jam yang lalu
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
2 jam yang lalu
Ingin Berobat ke Negeri...
Ingin Berobat ke Negeri Jiran? IHH Healthcare Malaysia Gelar Expo di Surabaya
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved