Prasetio Geser Posisi Nusron Wahid di Tim Pemenangan Ahok-Djarot
Rabu, 28 September 2016 - 18:33 WIB
Prasetio Geser Posisi Nusron Wahid di Tim Pemenangan Ahok-Djarot
A
A
A
JAKARTA - Posisi Nusron Wahid sebagai ketua Tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saeful Hidayat digeser oleh Prasetio Edi Marsudi. Nusron Wahid yang sebelumnya menjadi ketua akan menjabat sebagai sekertaris.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji mengatakan, Prasetio merupakan kader PDIP dan Nurson Wahid kader Golkar dinilai mampu membawa kemenangan pasangan yang diusung, PDIP, Hanura, Golkar, dan NasDem.
Mereka, juga dianggap berpengalaman menjadi tim pemenangan saat pesta demokrasi. Kemudian, saling melengkapi antara nasionalis-religius.
"Untuk pengalaman jangan diragukan lagi dua orang itu. Pras berhasil bawa Jokowi-Ahok menang Pigub DKI 2012 dan Pilpres 2014 di Jakarta," kata Ongen di Jakarta, Rabu (28/9).
Menurut Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI itu, Pras orangnya mudah bergaul terhadap siapa pun, sehingga mudah mengkonsolidasikan tim bergerak. Misalnya, mulai dari relawan, tim pemenangan resmi, dan berbagai elemen masyarakat.
"Pras ini luwes. Jadi mudah bergerak. Bukti sudah ada. Yakni, Pilpres 2014, saya lihat langsung bagaimana kelihaiannya pimpin tim," jelasnya.
Karena itu, ditegaskan Ongen, Hanura mendukung Pras-Nusron duet pimpin tim pemenangan Ahok-Djarot. "Dalam waktu satu dua hari ini mereka akan ditetapkan dan didaftatkan ke KPU DKI," ungkap dia.
Sedangkan, untuk Nusron kata Ongen merupakan tokoh muda NU yang sangat dikenal memiliki kemampuan pada bidang pemenangan pemilu. Hal itu, dapat dilihat secara nyata. Dia adalah salah satu Ketua Badan pemenangan pemilu ( Bappilu) DPP Golkar. "Dua orang ini saling melengkapi. Dan juga adanya gabungan nasionalis - religius," katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji mengatakan, Prasetio merupakan kader PDIP dan Nurson Wahid kader Golkar dinilai mampu membawa kemenangan pasangan yang diusung, PDIP, Hanura, Golkar, dan NasDem.
Mereka, juga dianggap berpengalaman menjadi tim pemenangan saat pesta demokrasi. Kemudian, saling melengkapi antara nasionalis-religius.
"Untuk pengalaman jangan diragukan lagi dua orang itu. Pras berhasil bawa Jokowi-Ahok menang Pigub DKI 2012 dan Pilpres 2014 di Jakarta," kata Ongen di Jakarta, Rabu (28/9).
Menurut Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI itu, Pras orangnya mudah bergaul terhadap siapa pun, sehingga mudah mengkonsolidasikan tim bergerak. Misalnya, mulai dari relawan, tim pemenangan resmi, dan berbagai elemen masyarakat.
"Pras ini luwes. Jadi mudah bergerak. Bukti sudah ada. Yakni, Pilpres 2014, saya lihat langsung bagaimana kelihaiannya pimpin tim," jelasnya.
Karena itu, ditegaskan Ongen, Hanura mendukung Pras-Nusron duet pimpin tim pemenangan Ahok-Djarot. "Dalam waktu satu dua hari ini mereka akan ditetapkan dan didaftatkan ke KPU DKI," ungkap dia.
Sedangkan, untuk Nusron kata Ongen merupakan tokoh muda NU yang sangat dikenal memiliki kemampuan pada bidang pemenangan pemilu. Hal itu, dapat dilihat secara nyata. Dia adalah salah satu Ketua Badan pemenangan pemilu ( Bappilu) DPP Golkar. "Dua orang ini saling melengkapi. Dan juga adanya gabungan nasionalis - religius," katanya.
(ysw)