Polisi Buka 24 Pos Pengaduan Korban Dimas Kanjeng

Selasa, 27 September 2016 - 21:33 WIB
Polisi Buka 24 Pos Pengaduan...
Polisi Buka 24 Pos Pengaduan Korban Dimas Kanjeng
A A A
PROBOLINGGO - Polres Probolinggo memperbanyak titik pos pengaduan masyarakat yang merasa menjadi korban kejahatan Dimas Kanjeng alias Taat Pribadi. Jika sebelumnya pos pengaduan ini hanya berada di tiga pos Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo, kini diperluas di 21 polsek di Kabupaten Probolinggo.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara mengungkapkan, perluasan pos pengaduan ini untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan dugaan tindak pidana yang terkait dengan Taat Pribadi. Posko tersebut sebagai tindaklanjut atas informasi masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya setelah menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

Selain laporan orang hilang, pos pengaduan tersebut juga untuk menampung masyarakat yang diduga menjadi korban penipuan penggandaan uang. Untuk mendapatkan uang berlipat ganda, para pengikut ini diwajibkan menyetor uang jutaan rupiah sebagai mahar kepada Dimas Kanjeng.

"Masyarakat yang merasa dirugikan, silahkan melapor ke pos pengaduan yang tersebar di seluruh polsek. Informasi masyarakat ini sangat berguna untuk mengungkap tabir kejahatan yang selama ini dilakukan," kata Kapolres AKBP Arman Asmara.

Menurutnya, sejak penangkapan Dimas Kanjeng beberapa hari lalu, beredar informasi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya saat menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Namun masyarakat tidak berani melaporkan kepada petugas kepolisian dengan berbagai alasan.

"Informasi masyarakat ini akan ditindaklanjuti dengan mengroscek dengan proses penyidikan yang tengah berlangsung," timpal Kapolres Arman Asmara.

Para pengikut Dimas Kanjeng yang mencapai ribuan orang, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka tergiur menjadi pengikut Dimas Kanjeng karena iming-iming uang mahar jutaan rupiah yang disetorkan akan berlipat ganda selama kurun waktu tertentu.

Pihak kepolisian telah mengimbau agar ribuan orang pengikut Dimas Kanjeng yang bermukim di kamp penampungan di padepokan, untuk segera pulang ke kampung halamannya. Namun sebagian pengikut yang mencapai ratusan orang masih memilih bertahan di kamp penampungan dengan alasan tidak memiliki uang saku.
(sms)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
58 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
1 jam yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
2 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
2 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved