Jakarta Butuh Pemimpin Muda yang Energik
Senin, 26 September 2016 - 01:22 WIB
Jakarta Butuh Pemimpin Muda yang Energik
A
A
A
JAKARTA - Tiga pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dipastikan bertarung di Pilkada DKI Jakarta.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menganggap, dari ketiga nama pasangan yang akan tampil lebih energik merupakan generasi muda.
Dari ketiga bakal calon, pasangan Agus-Sylviana dan pasangan Anies-Sandiaga dinilai tergolong pada usia muda. Menurutnya, Jakarta memang butuh dipimpin oleh sosok muda.
"Dengan relatif lebih muda, maka relatif lebih energik. Di DKI Jakarta yang mempunyai konteks di Jakarta. Kita memang membutuhkan sosok muda yang kuat untuk menghadapi Jakarta," ujar Sebastian dalam diskusi bertema 'Siapa Tangguh di Jakarta? Adu program, visi dan tanpa SARA' di Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016).
Banyaknya persoalan yang ada di Kota Jakarta, kata dia, akan bisa di tuntaskan oleh generasi muda. Akan tetapi, dia melihat jika dari komposisi dukungan partai politik, Ahok memang cukup unggul.
Sebastian menyebut pendukung Ahok-Djarot lebih dari 50%. Akan tetapi dia melihat hal itu tidak menjadi jaminan. Bahwa pasangan yang selama ini hampir didukung semua partai juga terbukti tidak menang.
"Ya itu tidak ada jaminan akan menang," tutupnya.
Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menganggap, dari ketiga nama pasangan yang akan tampil lebih energik merupakan generasi muda.
Dari ketiga bakal calon, pasangan Agus-Sylviana dan pasangan Anies-Sandiaga dinilai tergolong pada usia muda. Menurutnya, Jakarta memang butuh dipimpin oleh sosok muda.
"Dengan relatif lebih muda, maka relatif lebih energik. Di DKI Jakarta yang mempunyai konteks di Jakarta. Kita memang membutuhkan sosok muda yang kuat untuk menghadapi Jakarta," ujar Sebastian dalam diskusi bertema 'Siapa Tangguh di Jakarta? Adu program, visi dan tanpa SARA' di Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016).
Banyaknya persoalan yang ada di Kota Jakarta, kata dia, akan bisa di tuntaskan oleh generasi muda. Akan tetapi, dia melihat jika dari komposisi dukungan partai politik, Ahok memang cukup unggul.
Sebastian menyebut pendukung Ahok-Djarot lebih dari 50%. Akan tetapi dia melihat hal itu tidak menjadi jaminan. Bahwa pasangan yang selama ini hampir didukung semua partai juga terbukti tidak menang.
"Ya itu tidak ada jaminan akan menang," tutupnya.
(kri)