Nasib Pegawai Radya Pustaka Masih Belum Jelas

Jum'at, 23 September 2016 - 06:12 WIB
Nasib Pegawai Radya...
Nasib Pegawai Radya Pustaka Masih Belum Jelas
A A A
SOLO - Nasib sepuluh pegawai Museum Radya Pustaka masih belum jelas. Pemkot Solo belum dapat memastikan apakah mereka tetap dipekerjakan menyusul rencana pengelolaan oleh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) museum.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengemukakan, pihaknya perlu berhati-hati dalam memilih personel pengelola Museum Radya Pustaka.

Alasannya, pengelolaan museum tidak bisa dilakukan sembarangan. Pihaknya akan mencari solusi terbaik di tengah transisi pengelolaan dari Komite Radya Pustaka ke UPTD museum yang dibentuk Pemkot Solo.

“Kami harus mencarikan solusi terbaik. Mengelola museum itu tidak bisa sembarangan,” kata Rudy, sapaan Wali Kota Solo, Kamis (22/9/2016).

Pemkot Solo perlu mengkaji Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang mengatur pengelolaan museum dan Benda Cagar Budaya (BCB). Hal itu penting sebelum menentukan pengelola museum tertua di Indonesia ini. Penanganan oleh PNS di UPTD telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Tapi ada UU lain untuk persoalan ini, yakni UU Cagar Budaya. Makanya nanti kami akan menyesuaikan pembentukan UPTD dengan UU tersebut,” lanjutnya.

Mengenai nasib pegawai museum yang kini berada di bawah wewenang komite Radya Pustaka, pria berkumis tebal ini berjanji mempertimbangkannya. Mereka masih dimungkinkan dilibatkan dalam mengelola museum.

Selama ini, pengelolaan juga melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Pengelolaan cagar budaya di Kota Solo juga melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

“Intinya masih bisa melibatkan pegawai museum dan ada kemungkinan mereka tetap dipertahankan,” timpalnya.

Nasib pegawai kontrak Museum Radya Pustaka menjadi tanya tanya menyusul rencana pengelolaan dialihkan dari komite ke UPTD Museum.

Sebab berdasarkan aturan, pegawai UPTD berasal dari kalangan PNS. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat juga masih berkoordinasi dengan BPCB Jateng yang selama ini menempatkan beberapa pegawainya untuk mengelola benda bersejarah koleksi Radya Pustaka.
(sms)
Berita Terkait
1.000 Penerbangan di...
1.000 Penerbangan di Jerman Terdampak Aksi Mogok Kerja Pekerja Bandara
Mogok Kerja, Tenaga...
Mogok Kerja, Tenaga Medis RSUD Bajawa Ngada Tuntut Perbaikan Penghasilan
Presiden KSPI Sebut...
Presiden KSPI Sebut Aksi Mogok Nasional Dilanjutkan Hari Ini
Serikat Pekerja Bandara...
Serikat Pekerja Bandara Jerman Bersiap Gelar Aksi Mogok Kerja
Perawat di Seluruh Inggris...
Perawat di Seluruh Inggris Kembali Lakukan Aksi Mogok Kerja
Buruh di Sulsel Ancam...
Buruh di Sulsel Ancam Mogok Kerja Sampai UU Cipta Kerja Dibatalkan
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
8 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
8 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
9 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
10 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
10 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
13 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved