Tak Pilih Kader Internal, Ini Kata Sekjen PDIP
Rabu, 21 September 2016 - 10:53 WIB
Tak Pilih Kader Internal, Ini Kata Sekjen PDIP
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto punya jawaban diplomatis ketika ditanya awak media mengenai pemilihan Ahok yang notabene bukan kader internal PDIP namun dijadikan sebagai Cagub DKI.
Sementara, Djarot yang merupakan kader internal PDIP hanya dijadikan Calon Wakil Gubernur untuk mendampingi Ahok. Padahal secara jumlah kursi, PDIP berpeluang bisa mencalonkan gubernur dan wakil gubernur secara satu pasang.
"Djarot kan kader PDIP yang baik, dia jadi wakil gubernur," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa 20 September 2016 malam.
Saat ditanya mengapa Djarot tidak menjadi Cagub, Hasto kembali punya jawabannya sendiri. "Kita lihat itu sebagai satu kepemimpinan, Gubernur tak bisa jalan tanpa wagub, wagub tak bisa jalan tanpa gubernur," tukasnya.
Hasto pun kembali punya jawaban diplomatis ketika ditanya mengenai alasan DPP PDIP kembali memilih petahana meski Ahok sendiri enggan menjadi kader PDIP.
"Yang penting kan komitmen terhadap dasa prasetya yang di depan publik tadi sudah ditandatangani. Itu sebuah komitmen, makanya kami membuka kerjasama dengan partai lain. Ahok jadi milik bersama, kami tegaskan pasangan Ahok-Djarot adalah pasangan petahana yang didukung PDIP," ujar Hasto.
Sementara, Djarot yang merupakan kader internal PDIP hanya dijadikan Calon Wakil Gubernur untuk mendampingi Ahok. Padahal secara jumlah kursi, PDIP berpeluang bisa mencalonkan gubernur dan wakil gubernur secara satu pasang.
"Djarot kan kader PDIP yang baik, dia jadi wakil gubernur," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa 20 September 2016 malam.
Saat ditanya mengapa Djarot tidak menjadi Cagub, Hasto kembali punya jawabannya sendiri. "Kita lihat itu sebagai satu kepemimpinan, Gubernur tak bisa jalan tanpa wagub, wagub tak bisa jalan tanpa gubernur," tukasnya.
Hasto pun kembali punya jawaban diplomatis ketika ditanya mengenai alasan DPP PDIP kembali memilih petahana meski Ahok sendiri enggan menjadi kader PDIP.
"Yang penting kan komitmen terhadap dasa prasetya yang di depan publik tadi sudah ditandatangani. Itu sebuah komitmen, makanya kami membuka kerjasama dengan partai lain. Ahok jadi milik bersama, kami tegaskan pasangan Ahok-Djarot adalah pasangan petahana yang didukung PDIP," ujar Hasto.
(ysw)