Gelgel Pastikan 7.500 mg Sianida Tidak Menyebabkan Orang Teler

Rabu, 14 September 2016 - 20:24 WIB
Gelgel Pastikan 7.500...
Gelgel Pastikan 7.500 mg Sianida Tidak Menyebabkan Orang Teler
A A A
JAKARTA - Ahli Patologi Forensik I Made Agus Gelgel Wirasuta menyanggah pernyataan kesaksian Budiawan terkait dampak sianida bagi penciumnya. Budiawan menyebutkan bahwa 7.500 mg/liter sianida, jika dihidangkan di tempat terbuka, akan menyebabkan orang sekitar teler dan kolaps.

"Katanya kalau konsentrasi 7.500 mg/liter pasti menyebabkan reaksi pada orang sekitar. Saya juga menjalani simulasi, saya suruh cium orang lain, tidak mati dan tidak teler. Kenapa? Karena dingin," kata Gelgel di PN Jakpus, Rabu (14/9/2016).

Gelgel melanjutkan, karena sianida larut dalam es yang diperkirakan suhunya di bawah 14 derajat, membuat sianida tidak menguap secara sempurna.

"Itu penguapannya terhambat dan tidak tercium sianidanya. Itu sudah dibuktikan, panelis tidak ada bau, mereka mengaku tidak bau," lanjutnya.

Namun, pada simulasi kedua, jika 7.500 sianida dicampurkan dengan air panas, penguapan sianida berlangsung cepat dan membuat panelis ke luar ruangan. "Kalau air panas, muka saya merah, pusing. Panelis juga demikian," jelasnya.

Sementara itu, Gelgel mengatakan bahwa disiplin ilmu Budiawan tidak relevan membuat kesimpulan mengenai kematian yang diakibatkan oleh racun. Sebab, Budiawan hanya berbicara mengenai teori kimia lingkungan. Sedangkan kasus ini, merupakan ranah toksikolog forensik.

"Dia background-nya kimia lingkungan. Beliau juga menjawab, tidak pernah bekerja di bawah kedokteran forensik. Dia (Budiawan) sangat expert menjelaskan masalah keracunan dalam lingkungan. Tapi kalau penyebab kematian karena racun, dia tidak. Saya sudah kuliah di Jerman empat tahun, dihadapkan berbagai macam kasus," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gelgel juga mengkritisi kesimpulan Budiawan soal 7.500 mg/liter sianida pasti akan menimbulkan pH 11,5 di dalam gelas dan pH 5 di dalam lambung Mirna.

"Itu berdasarkan hitungan dia. Saya menggunakan screening mesin yang canggih di Labfor Forensik Mabes Polri. Ukuran dari labfor itu pH 13. Nah pH 13 itu sangat korosif. Saya juga banyak menemukan kasus pH 13 kalau sianida dilarutkan dalam air dingin," tuturnya.
(ysw)
Berita Terkait
Jessica Iskandar dan...
Jessica Iskandar dan Steven Gagal Mediasi, Sidang Berlanjut
Sidang PK Jessica Wongso,...
Sidang PK Jessica Wongso, Pembacaan Memori Kasasi
Sidang Peninjauan Kembali...
Sidang Peninjauan Kembali Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso
Jaksa Hadirkan Ahli,...
Jaksa Hadirkan Ahli, Jessica Wongso Walk Out di Sidang PK
Jessica Iskandar Emosi,...
Jessica Iskandar Emosi, Stefan Tak Hadiri Sidang Perdana Kasus Penipuan
Jessica Oh Jessica....
Jessica Oh Jessica....
Berita Terkini
Proyek Perpanjangan...
Proyek Perpanjangan 3 Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Bisa Layani 12 Rangkaian Kereta
42 menit yang lalu
Minta Polri Tingkatkan...
Minta Polri Tingkatkan Pencegahan Serangan Bom Rakitan, Sahroni: Semua Pihak Harus Bertanggung Jawab!
53 menit yang lalu
Kaposwil Satgas PRR...
Kaposwil Satgas PRR Aceh Minta BPBD Percepat Pembangunan Huntap
1 jam yang lalu
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
2 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Serahkan...
Polda Metro Jaya Serahkan Tumpukan Dokumen di Sidang Praperadilan Roy Suryo
2 jam yang lalu
LPSK Bentuk Tim Pelindungan...
LPSK Bentuk Tim Pelindungan Darurat untuk Tangani Korban Kasus Pembakaran Santri di Lombok
2 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved