Lima Kecamatan di Klaten Tak Bisa Rekam Data E-KTP

Rabu, 07 September 2016 - 16:03 WIB
Lima Kecamatan di Klaten...
Lima Kecamatan di Klaten Tak Bisa Rekam Data E-KTP
A A A
KLATEN - Sebanyak lima kecamatan di Klaten, Jawa Tengah tidak dapat melayani perekaman data KTP elektronik (e-KTP). Akibatnya, perekaman data e-KTP harus dialihkan ke kantor kecamatan terdekat atau Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten.

"Yang ready di 21 kecamatan. Karena di lima kecamatan enggak bisa merekam data. Jadi yang akan merekam data kami sarankan ke kantor kecamatan lainnya, bisa juga datang ke Dispendukcapil," ujar Kepala Dispendukcapil Klaten Widya Sutrisna, Rabu (7/9/2016).

Lima kecamatan yang tidak bisa melakukan perekaman data e-KTP itu adalah Kecamatan Cawas, Kecamatan Bayat, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Ceper, dan Kecamatan Juwiring

Lebih lanjut dijelaskan, kerusakan alat perekam data di kantor kecamatan beragam. Di Kecamatan Juwiring misalnya, peralatan rusak karena tersambar petir. Kemudian perekam data e-KTP di Kantor Kecamatan Bayat rusak karena human error.

"Sumber daya manusianya (SDM) operator lupa password untuk log in. Diinstall ulang tapi tidak bisa diakses. Untuk perbaikan menunggu dari pusat karena itu dulu pengadaan langsung oleh pusat," kata dia.

Lantaran lima kecamatan tidak dapat merekam data e-KTP, Kantor Dispendukcapil selalu ramai oleh pencari e-KTP setiap harinya. Terlebih lagi pemerintah pusat memberi waktu hingga akhir September untuk perekaman data e-KTP. Data kependudukan terancam dinonaktifkan jika warga yang bersangkutan tidak melakukan rekam data hingga batas waktu yang ditentukan.

Dalam satu hari, Dispendukcapil melayani rekam data lebih dari 600 orang. Petugas pun terpaksa lembur untuk menyelesaikan rekam data. Widya mengaku, perekaman data di kecamatan tetangga kurang maksimal meski pihaknya telah komunikasi dengan kecamatan untuk membantu perekaman data e-KTP kecamatan yang rusak.

Karena itu, warga memilih datang ke Dispendukcapil untuk rekam data dan cetak e-KTP. Pencetakan di Kantor Dispendukcapil juga dianggap lebih cepat karena tidak perlu distribusi e-KTP ke kecamatan.

Sejak beberapa hari terakhir, cetak e-KTP di Kantor Dispendukcapil mengalami peningkatan 30-40% per hari. Jika pada hari biasa hanya sekitar 400 blangko e-KTP yang dicetak, saat ini bisa lebih dari 600 blangko per hari.

"Kemarin kami dapat jatah 4.000 keping blangko e-KTP. Paling hanya bisa untuk sepekan karena tiap hari minimal cetak 600 keping. Kami upayakan agar stok blangko tidak kosong, sekiranya sudah menipis langsung kami komunikasi ke pusat," terang Widya.

Alokasi jatah blangko e-KTP untuk kabupaten/kota menyesuaikan print ready record yang dikirimkan pusat. Print ready record yakni data rekam e-KTP yang telah diverifikasi oleh pusat. Rata-rata rekam data hingga cetak KTP membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

"Setelah rekam data tinggal menunggu verifikasi dari pusat. Kalau sudah terverifikasi lalu langsung dikirim data print ready record. Jadi kami tinggal cetak sesuai data itu," ucapnya.

Sementara itu, Camat Cawas M Nasir mengemukakan, pihaknya telah mengimbau warga untuk rekam data e-KTP bagi warga yang sama sekali belum melakukan perekaman. Namun, lantaran alat perekam di Cawas rusak, perekaman diimbau ke kantor kecamatan terdekat semisal Trucuk dan Pedan.

"Di tempat kami alatnya rusak, sudah sejak dua tahun yang lalu. Jadi perekaman harus ke kecamatan lain atau ke Dispendukcapil," kata dia.
(zik)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Perekaman KTP Elektronik...
Perekaman KTP Elektronik Bagi Pelajar di Madiun
Ganti Foto KTP Elektronik
Ganti Foto KTP Elektronik
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Selfie dengan KTP Bisa...
Selfie dengan KTP Bisa Bikin Bangkrut? Ini Faktanya!
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
5 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved