Masih Menimbang, Rizal: Lebih dari 20 Organisasi Minta Saya Maju
Sabtu, 13 Agustus 2016 - 19:06 WIB
Masih Menimbang, Rizal: Lebih dari 20 Organisasi Minta Saya Maju
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyambangi Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Jakarta. Karena, hingga saat ini Rizal Ramli masih mempertimbangkan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.
"Saya masih menimbang-nimbang belum memutuskan. Karena saya masih ingin mendengarkan suara rakyat," kata Rizal Ramli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Meski begitu, dia mengaku, sudah ada puluhan elemen masyarakat yang mendukungnya untuk melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta.
"Lebih dari 20 organisasi yang sudah memberikan, mendorong saya untuk maju, tapi saya masih belum memutuskan karena ingin dengarkan dahulu aspirasi rakyat yang sesungguhnya kayak apa," tambahnya.
Dia mengimbau, agar warga DKI Jakarta untuk tidak tergesa-gesa dalam memilih pemimpin. Masyarakat harus benar-benar mencari pemimpin yang bisa mengayomi dan memiliki hati nurani.
"Jangan hanya sekadar ingin ganti pemimpin, itu sih enggak menarik, betul enggak rakyat di Jakarta ingin hidup lebih baik, betul enggak rakyat di Jakarta ingin pemimpin yang lebih ngayomi, yang beresolusi, bukan asal gusur, yang menganggap manusia itu manusia, bukan barang gitu lho, bukan binatang," pungkasnya.
Menurut dia, jika ingin ganti pemimpin pilih yang benar-benar ingin mensejahterakan rakyatnya bukan sebaliknya.
"Kalau rakyat di Jakarta memang ingin demikian, ada gerakan rakyat, bukan people power. People power itu artinya kan ngejatohkan pemimpin abis itu kempis. Tapi gerakan rakyat yang sungguh-sunggih mau hidup lebih baik lebih bersahabat, lebih damai, mungkin saya akan pertimbangkan," tutupnya.
"Saya masih menimbang-nimbang belum memutuskan. Karena saya masih ingin mendengarkan suara rakyat," kata Rizal Ramli di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2016).
Meski begitu, dia mengaku, sudah ada puluhan elemen masyarakat yang mendukungnya untuk melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta.
"Lebih dari 20 organisasi yang sudah memberikan, mendorong saya untuk maju, tapi saya masih belum memutuskan karena ingin dengarkan dahulu aspirasi rakyat yang sesungguhnya kayak apa," tambahnya.
Dia mengimbau, agar warga DKI Jakarta untuk tidak tergesa-gesa dalam memilih pemimpin. Masyarakat harus benar-benar mencari pemimpin yang bisa mengayomi dan memiliki hati nurani.
"Jangan hanya sekadar ingin ganti pemimpin, itu sih enggak menarik, betul enggak rakyat di Jakarta ingin hidup lebih baik, betul enggak rakyat di Jakarta ingin pemimpin yang lebih ngayomi, yang beresolusi, bukan asal gusur, yang menganggap manusia itu manusia, bukan barang gitu lho, bukan binatang," pungkasnya.
Menurut dia, jika ingin ganti pemimpin pilih yang benar-benar ingin mensejahterakan rakyatnya bukan sebaliknya.
"Kalau rakyat di Jakarta memang ingin demikian, ada gerakan rakyat, bukan people power. People power itu artinya kan ngejatohkan pemimpin abis itu kempis. Tapi gerakan rakyat yang sungguh-sunggih mau hidup lebih baik lebih bersahabat, lebih damai, mungkin saya akan pertimbangkan," tutupnya.
(mhd)