Nasibnya di Tangan Parpol, Ahok Diingatkan Tak Petantang-petenteng
Sabtu, 13 Agustus 2016 - 12:35 WIB
Nasibnya di Tangan Parpol, Ahok Diingatkan Tak Petantang-petenteng
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengingatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak sembarangan bersikap di depan masyarakat terkait pencalonannya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta.
Dia menilai, posisi tawar Ahok sebagai calon kepala daerah saat ini tidak setinggi ketika yang bersangkutan masih bisa diusung oleh Teman Ahok. Proses penyerahan syarat dukungan calon perseorangan yang telah ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat mantan Bupati Belitung Timur tersebut kini hanya bisa berharap komitmen dari tiga partai yang mengusungnya saat ini yaitu Hanura, Nasdem dan Golkar untuk tetap mencalonkannya di pilkada.
“Ahok tidak bisa petantang-petenteng. Kalau ada parpol yang menarik dukungan dan tidak sepakat dengan wagub pilihan Ahok misalnya, maka dia tidak bisa maju,” ujar Hendri saat menjadi pembicara Polemik Sindo Trijaya "Tensi Tinggi Pilkada DKI" di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu (13/8/2016).
Sikap Ahok yang kerap melontarkan kata-kata kontroversial, menurut Hendri, juga dapat merugikan proses pencalonannya. Padahal untuk mengamankan keinginannya terjun di pilkada dirinya harus mencari dukungan tambahan dari partai lain.
“Tapi sekarang parpol tahu track record dia ke parpol bagaimana, contohnya ke Gerindra kan semua orang sudah tahu,” tegasnya.
Hendri pun melihat Ahok saat ini tengah dalam situasi tegang menunggu siapa calon yang akan diusung oleh PDIP. Keputusan dari partai berlambang kepala banteng akan sangat menentukan dirinya di pilkada.
“Sekarang situasinya masih nol semua. Ahok juga masih deg-degan. Dia juga belum pernah menang di Pilkada DKI, dia sekarang juga digantung mati oleh partai pengusungnya,” tambah Hendri.
Seperti iketahui, yang terbaru Ahok menyinggung perasaan warga Surabaya yang daerahnya dibandingkan dengan Jakarta. Pernyataan Ahok langsung ditanggapi dengan keras oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mempertanyakan pernyataan Ahok tersebut.
Dia menilai, posisi tawar Ahok sebagai calon kepala daerah saat ini tidak setinggi ketika yang bersangkutan masih bisa diusung oleh Teman Ahok. Proses penyerahan syarat dukungan calon perseorangan yang telah ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat mantan Bupati Belitung Timur tersebut kini hanya bisa berharap komitmen dari tiga partai yang mengusungnya saat ini yaitu Hanura, Nasdem dan Golkar untuk tetap mencalonkannya di pilkada.
“Ahok tidak bisa petantang-petenteng. Kalau ada parpol yang menarik dukungan dan tidak sepakat dengan wagub pilihan Ahok misalnya, maka dia tidak bisa maju,” ujar Hendri saat menjadi pembicara Polemik Sindo Trijaya "Tensi Tinggi Pilkada DKI" di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu (13/8/2016).
Sikap Ahok yang kerap melontarkan kata-kata kontroversial, menurut Hendri, juga dapat merugikan proses pencalonannya. Padahal untuk mengamankan keinginannya terjun di pilkada dirinya harus mencari dukungan tambahan dari partai lain.
“Tapi sekarang parpol tahu track record dia ke parpol bagaimana, contohnya ke Gerindra kan semua orang sudah tahu,” tegasnya.
Hendri pun melihat Ahok saat ini tengah dalam situasi tegang menunggu siapa calon yang akan diusung oleh PDIP. Keputusan dari partai berlambang kepala banteng akan sangat menentukan dirinya di pilkada.
“Sekarang situasinya masih nol semua. Ahok juga masih deg-degan. Dia juga belum pernah menang di Pilkada DKI, dia sekarang juga digantung mati oleh partai pengusungnya,” tambah Hendri.
Seperti iketahui, yang terbaru Ahok menyinggung perasaan warga Surabaya yang daerahnya dibandingkan dengan Jakarta. Pernyataan Ahok langsung ditanggapi dengan keras oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mempertanyakan pernyataan Ahok tersebut.
(kri)