Digarap Bareskrim, Djarot Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan
Jum'at, 22 Juli 2016 - 13:38 WIB
Digarap Bareskrim, Djarot Enggan Beberkan Hasil Pemeriksaan
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri baru saja selesai memeriksa Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Djarot diperiksa karena diduga ikut serta menandatangani surat penentuan lokasi lahan Cengkareng Barat yang rencananya akan dibangun rusunawa.
Usai diperiksa selama dua jam, Djarot tidak berbicara banyak soal materi pemeriksaan. Dirinya hanya mengaku diberikan enam hingga sepuluh pertanyaan terkait proses pembelian lahan Cengkareng.
"Tanyakan pada penyidik saja lah. Lupa saya, enggak banyak (pertanyaannya)," singkat Djarot usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (21/7/2016).
Selain itu, Djarot juga enggan membocorkan informasi apa saja yang diberikan kepada penyidik untuk memperkuat kesaksiannya dalam kasus pembelian lahan tersebut. "Sudah saya sampaikan ke penyidik, tanya penyidik dong," ujarnya.
Sebelumnya Djarot mengatakan, bahwa laporan adanya dugaan korupsi pembelian lahan Cengkareng Barat pada tahun 2015 senilai 668 miliar berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Usai diperiksa selama dua jam, Djarot tidak berbicara banyak soal materi pemeriksaan. Dirinya hanya mengaku diberikan enam hingga sepuluh pertanyaan terkait proses pembelian lahan Cengkareng.
"Tanyakan pada penyidik saja lah. Lupa saya, enggak banyak (pertanyaannya)," singkat Djarot usai diperiksa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (21/7/2016).
Selain itu, Djarot juga enggan membocorkan informasi apa saja yang diberikan kepada penyidik untuk memperkuat kesaksiannya dalam kasus pembelian lahan tersebut. "Sudah saya sampaikan ke penyidik, tanya penyidik dong," ujarnya.
Sebelumnya Djarot mengatakan, bahwa laporan adanya dugaan korupsi pembelian lahan Cengkareng Barat pada tahun 2015 senilai 668 miliar berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
(ysw)