Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia Harus Diubah

Rabu, 20 Juli 2016 - 04:03 WIB
Strategi Pembangunan...
Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia Harus Diubah
A A A
PANGKAL PINANG - Tanpa mengubah strategi pembangunan ekonomi, Indonesia akan sulit untuk menjadi negara maju.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menuturkan saat ini perekonomian negara ini terkosentrasi hanya pada kalangan elit.

Hal tersebut disebabkan karena Indonesia terlalu cepat menganut perdagangan bebas saat mayoritas masyarakatnya belum siap dalam kesejahteraan dan pendidikan.

"Ketika kapitalisme diterapkan di suatu bangsa, yang menikmati pertumbuhan ekonomi adalah kalangan elit," kata HT saat melantik 47 DPC dan 380 DPRt Partai Perindo se-Provinsi Bangka Belitung.

Tak ada kebijakan khusus bagi mereka yang belum siap. Masyarakat yang lebih siap dalam hal modal, jaringan, pengalaman dipastikan memenangkan pertarungan.

Akibatnya yang bisa menikmati perumbuhan ekonomi hanya kelompok elit. Hal tersebut tercermin dari kontributor pajak Indonesia. Dari 250 juta penduduk hanya sekitar 1 juta lebih penduduk yang membayar pajak.

Pertumbuhan ekonomi juga lebih terkonsentrasi di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Makassar dan Palembang.

Kuncinya, lanjut HT adalah keberpihakan kepada masyarakat yang belum mapan. "Orientasi perjuangan dari Partai Perindo secara khusus, membangun masyarakat yang tidak produktif, menjadi produktif. Kita buat mereka mapan, sehingga mereka bisa ikut membangun Indonesia," pungkasnya.

Dia melanjutkan Perindo fokus untuk memberdayakan, memajukan, membangun masyarakat. Khususnya masyarakat yang belum produktif menjadi produktif.

Sehingga pada akhirnya menciptakan lapangan kerja dan pada saat bersamaan menciptakan basis pembayar pajak yang meningkat pesat. Disitulah kunci keberhasilan Indonesia bisa cepat menjadi negara maju.

"Kunci keberhasilan Indonesia adalah meningkatkan jumlah pembayar pajak. Bukan berarti orang yang tidak mampu disuruh bayar pajak, bukan. Tapi tingkat kesejahteraan mereka harus kita dorong supaya mereka maju, berkembang, menjadi mapan, sehingga mereka suatu saat menjadi pembayar pajak," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Elektabilitas Partai...
Elektabilitas Partai Perindo Meroket Hingga tembus3,3%
Presiden Jokowi: Parpol...
Presiden Jokowi: Parpol Harus Hati-hati Pilih Capres dan Cawapres
Partai Perindo: Mars...
Partai Perindo: Mars Partai Perindo dengan QR Code
Profile Partai Perindo
Profile Partai Perindo
Rakernas Partai Perindo...
Rakernas Partai Perindo 2022, Hari Ke-2 Pembekalan DPW Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
TGB Gabung Partai Perindo
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved