Jakmania Rusuh, Polisi Tunggu Sanksi dari Kemenpora
Senin, 27 Juni 2016 - 16:29 WIB
Jakmania Rusuh, Polisi Tunggu Sanksi dari Kemenpora
A
A
A
JAKARTA - Polisi akan menemui operator sepak bola untuk membicarakan dan menanyakan sanksi atas perbuatan Jakmania yang melakukan kerusuhan dan menimbulkan korban jiwa. Polisi pun menantikan Kemenpora memberikan sanksi bagi Jakmania.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, polisi masih belum berencana melakukan pemanggilan terhadap koordinator Jakmania. Sebab, polisi juga masih mengkonstruksi kerusuhan kemarin.
"Besok, rencananya memang operator sepak bola pertandingan bertemu kami, mediasi. Kami menunggu komdis dulu. Proses demikian, besok operator torabika ketemu kami sama menunggu keputusan komdis," ujarnya pada wartawan, Senin (27/6/2016).
Menurutnya, polisi akan melakukan konstruksi secara rinci, sejak dari Gate 7, tengah lapangan, dan di area basket hal yang ada pembakaran sepeda motornya itu. Dan di area yang terdapat informasi kalau penjual minuman tewas akibat terkaget-kaget melihat kerusuhan itu.
"Kalau soal itu (pembekuan), putusan di operator dan Kementerian (Kemenpora). Tadi saya dialog dengan PSSI, nanti diputuskan terkait komdis, untuk komdis ini belum sepenuhnya di PSSI, kami menunggu pemerintah (Kemenpora) dan operator terkait sanksi kepada Persija," jelasnya.
Awi menambahkan, polisi pun memberikan masukan serius pada Kemenpora dan pengelola pertandingan sepak bola kemarin. Agar kasus-kasus seperti kerusuhan The Jakmania kemarin terulang. Apalagi, seperti ada laga krusial, Persija VS Persib Bandung misalnya.
"Jangan nanti bertebaran ancaman di mana-mana, di medsos oleh suporter The Jakmania misal. Kami akan sikapi serius ini dan ke depan akan evaluasi, duduk bersama polda dan operator. Larangan bermain itu dari operator, kami rekomendasikan saja," tutupnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, polisi masih belum berencana melakukan pemanggilan terhadap koordinator Jakmania. Sebab, polisi juga masih mengkonstruksi kerusuhan kemarin.
"Besok, rencananya memang operator sepak bola pertandingan bertemu kami, mediasi. Kami menunggu komdis dulu. Proses demikian, besok operator torabika ketemu kami sama menunggu keputusan komdis," ujarnya pada wartawan, Senin (27/6/2016).
Menurutnya, polisi akan melakukan konstruksi secara rinci, sejak dari Gate 7, tengah lapangan, dan di area basket hal yang ada pembakaran sepeda motornya itu. Dan di area yang terdapat informasi kalau penjual minuman tewas akibat terkaget-kaget melihat kerusuhan itu.
"Kalau soal itu (pembekuan), putusan di operator dan Kementerian (Kemenpora). Tadi saya dialog dengan PSSI, nanti diputuskan terkait komdis, untuk komdis ini belum sepenuhnya di PSSI, kami menunggu pemerintah (Kemenpora) dan operator terkait sanksi kepada Persija," jelasnya.
Awi menambahkan, polisi pun memberikan masukan serius pada Kemenpora dan pengelola pertandingan sepak bola kemarin. Agar kasus-kasus seperti kerusuhan The Jakmania kemarin terulang. Apalagi, seperti ada laga krusial, Persija VS Persib Bandung misalnya.
"Jangan nanti bertebaran ancaman di mana-mana, di medsos oleh suporter The Jakmania misal. Kami akan sikapi serius ini dan ke depan akan evaluasi, duduk bersama polda dan operator. Larangan bermain itu dari operator, kami rekomendasikan saja," tutupnya.
(ysw)