DKI Ingin Buang Sampah, Ini Syarat dari Warga Bantar Gebang
Rabu, 22 Juni 2016 - 22:37 WIB
DKI Ingin Buang Sampah, Ini Syarat dari Warga Bantar Gebang
A
A
A
BEKASI - Massa dari empat kelurahan di sekitar TPST Bantar Gebang menyatakan truk sampah asal Jakarta itu diperbolehkan membuang sampah besok hari. Namun, dengan syarat jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang belum mencapai 2.000 ton.
Salah seorang warga Gunin (42) mengatakan, truk sampah DKI baru bisa kembali ke TPST Bantar Gebang Kamis, 23 Juni 2016 besok. "Hari ini kan jumlah sampahnya sudah mencapai 2.000 ton. Jadi tidak boleh lebih dari angka itu," kata Gunin kepada wartawan, Rabu (22/6/2016).
Koordinator aksi Wandi (45) mengungkapkan, berdasarkan nota kesapahaman (MoU) antara DKI Jakarta dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ) bahwa per Januari 2016 jumlah sampah yang masuk ke TPST mencapai 2.000 ton per hari.
"Kenyatannya jumlah sampah yang masuk mencapai 6.000-7.000 per hari," ujarnya. Lebihnya volume sampah ini pun menjadi salah satu pemicu warga melakukan aksi blokade TPST Bantar Gebang.
Salah seorang warga Gunin (42) mengatakan, truk sampah DKI baru bisa kembali ke TPST Bantar Gebang Kamis, 23 Juni 2016 besok. "Hari ini kan jumlah sampahnya sudah mencapai 2.000 ton. Jadi tidak boleh lebih dari angka itu," kata Gunin kepada wartawan, Rabu (22/6/2016).
Koordinator aksi Wandi (45) mengungkapkan, berdasarkan nota kesapahaman (MoU) antara DKI Jakarta dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ) bahwa per Januari 2016 jumlah sampah yang masuk ke TPST mencapai 2.000 ton per hari.
"Kenyatannya jumlah sampah yang masuk mencapai 6.000-7.000 per hari," ujarnya. Lebihnya volume sampah ini pun menjadi salah satu pemicu warga melakukan aksi blokade TPST Bantar Gebang.
(whb)