Sultan Berharap Polisi Segera Tangkap Pembacok Simpatisan PPP
Rabu, 22 Juni 2016 - 17:38 WIB
Sultan Berharap Polisi Segera Tangkap Pembacok Simpatisan PPP
A
A
A
YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X prihatin atas insiden kekerasan yang kembali terjadi di wilayahnya. Apalagi, korban kali ini masih di bawah umur harus meregang nyawa akibat luka bacok di kepala.
Raja Kraton Yogyakarta itu berharap agar kasus kekerasan tidak terus terulang. Dia berharap supaya aparat kepolisian yang mengusut kasus itu menangkapnya.
"Saya kira harus ada ketegasan dalam penegakan hukum," kata Sultan di Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (22/6/2016).
Aparat kepolisian, kata Sultan, harus bertindak tegas dalam menangani kasus-kasus kekerasan. Dengan penegakan hukum yang tegas dan juga upaya pembinaan, serta pencegahan, aksi kekerasan bisa ditekan jumlahnya.
"Kalau hanya diimbau ora rampung, tindakan tegas diproses hukum (menangkap pelaku dan mengadili ke pengadilan)," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Anoraga Elang Gaziya (16) tewas, pagi tadi di RS PKU Muhammadiyah. Dia sempat kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal akibat luka bacok di bagian kepala.
Dia dibacok preman saat melintas bersama beberapa rekannya di Jalan Panjaitan, Mantrijeron, Selasa, 21 Juni 2016 tadi malam usai buka bersama yang dihelat Gerakan Pemuda Ka'bah, sayap Partai Persatuan Pembangunan DIY.
Polisi belum menemukan pelaku, meski mengaku sudah mengantongi identitasnya. Upaya pencarian masih dilakukan.
Raja Kraton Yogyakarta itu berharap agar kasus kekerasan tidak terus terulang. Dia berharap supaya aparat kepolisian yang mengusut kasus itu menangkapnya.
"Saya kira harus ada ketegasan dalam penegakan hukum," kata Sultan di Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Rabu (22/6/2016).
Aparat kepolisian, kata Sultan, harus bertindak tegas dalam menangani kasus-kasus kekerasan. Dengan penegakan hukum yang tegas dan juga upaya pembinaan, serta pencegahan, aksi kekerasan bisa ditekan jumlahnya.
"Kalau hanya diimbau ora rampung, tindakan tegas diproses hukum (menangkap pelaku dan mengadili ke pengadilan)," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Anoraga Elang Gaziya (16) tewas, pagi tadi di RS PKU Muhammadiyah. Dia sempat kritis dan akhirnya dinyatakan meninggal akibat luka bacok di bagian kepala.
Dia dibacok preman saat melintas bersama beberapa rekannya di Jalan Panjaitan, Mantrijeron, Selasa, 21 Juni 2016 tadi malam usai buka bersama yang dihelat Gerakan Pemuda Ka'bah, sayap Partai Persatuan Pembangunan DIY.
Polisi belum menemukan pelaku, meski mengaku sudah mengantongi identitasnya. Upaya pencarian masih dilakukan.
(nag)