Pengaturan Lalu Lintas Semanggi Dinilai Tidak Optimal

Selasa, 14 Juni 2016 - 02:37 WIB
Pengaturan Lalu Lintas...
Pengaturan Lalu Lintas Semanggi Dinilai Tidak Optimal
A A A
JAKARTA - Kebijakan menutup jalur cepat dan pengalihan ke jalur alternatif dalam mengurai kemacetan sebagai imbas pembangunan Simpang Susun Semanggi dinilai tidak efektif. Pembangunan Simpang Susun Semanggi tidak ada perencanaan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta William Yani mengatakan, pembangunan Simpang Susun Semanggi merupakan pembangunan yang tidak ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Wajar saja, kata dia, bila solusi Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan sebagai dampak dari pembangunan hanya dengan pengalihan arus justru terlihat memindahkan kemacetan.

"Kalau ada perencanaan, semua pasti sudah dilakukan sebelum adanya pembangunan. Masak pembangunan sudah masuk tahap fondasi, solusinya cuma ada pengalihan," kata William Yani di DPRD DKI Jakarta, Senin (13/6/2016).

William menjelaskan, dalam manajemen rekayasa lalu lintas memang diatur pengalihan arus apabila ada arus lalu lintas yang terganggu akibat sesuatu yang darurat atau ada pembangunan. Namun, pengalihan arus bukan hanya tugas Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, melainkan ada di Dinas Bina Marga, Tata Air, dan sebagainya.

Artinya, lanjut William, sebelum pembangunan Simpang Susun Semanggi itu dilakukan, seharusnya Dinas Bina Marga mempersiapkan pelebaran jalur dan Dishubtrans sudah memasang rambu-rambu minimal satu bulan sebelum groundbreaking dilakukan.

"Pembangunan sudah masuk fondasi, rekayasa lalu lintas baru dilakukan. Kami akan membahas ini dengan Dishubtrans pada pertemuan Kamis besok," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan, pembangunan Simpang Susun Semanggi merupakan proyek Dinas Bina Marga. Untuk itu, dia hanya mendapatkan koordinasi dari Dinas Bina Marga dalam membantu mengatasi kemacetan akibat pembangunan jalan di kawasan Semanggi.

"Mau tidak mau jalur cepat harus ditutup dan dialihkan ke jalur lambat karena informasi dari Bina Marga akan terkena pembangunan tiang. Nanti Dinas Bina Marga infonya akan membuat jalur lambat dari dua menjadi tiga," ujarnya.

Andri mengakui baru mendapatkan informasi adanya penutupan jalur cepat seusai groundbreaking dilakukan beberapa bulan lalu. Untuk itu, dia hanya bisa melakukan pengalihan dan pengaturan lalu lintas.

Seharusnya, lanjut Andri, dalam melakukan rekayasa lalu lintas, Dinas Bina Marga bisa memperlebar simpang jalan atau menambah jalur sebelum adanya pembangunan. Sehingga, ketika pengalihan arus dilakukan pihaknya, pengguna jalan tidak mengalami kemacetan parah.

"Kalau diinfokan sejak jauh hari kita bisa saja memberikan bus gratis dan park and ride. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah juga. Kami saat ini sedang mensterilisasikan jalur busway, sehingga pengendara pribadi punya pilihan untuk meninggalkan kendaraan pribadinya.
(zik)
Berita Terkait
Atasi Kemacetan Jakarta,...
Atasi Kemacetan Jakarta, Pemprov DKI Terapkan Teknologi AI
Atasi Kemacetan, Pemprov...
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Disarankan Kembali Terapkan WFH
Atasi Kemacetan, Pemprov...
Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Godok Aturan Jalan Berbayar
Jurus Atasi Kemacetan,...
Jurus Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Sambung 10 Jalan
Pemprov DKI Klaim Ganjil...
Pemprov DKI Klaim Ganjil Genap Berhasil Turunkan Kemacetan
Kebijakan Strategis...
Kebijakan Strategis Pemprov DKI Atasi Kemacetan Jakarta Harus Dievaluasi
Berita Terkini
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
47 menit yang lalu
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
54 menit yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
1 jam yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
2 jam yang lalu
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
2 jam yang lalu
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved