Ancaman Gempa Merata, Warga Yogya Diminta Tak Berlebihan Menyikapi

Selasa, 24 Mei 2016 - 19:41 WIB
Ancaman Gempa Merata,...
Ancaman Gempa Merata, Warga Yogya Diminta Tak Berlebihan Menyikapi
A A A
YOGYAKARTA - Ancaman bencana gempa bumi merata di seluruh wilayah Yogyakarta. Meski demikian tak perlu disikapi dengan berlebihan.

Karena dengan selalu mawas diri dan pengetahuan tentang kegempaan terus digali, maka risikonya bisa ditekan.

"Yogya itu termasuk daerah rawan bencana. Salah satunya ancaman gempa bumi," kata Bambang Subagyo, Kasi Observasi Stadium Geofisika, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Selasa (24/5/2016).

Dijelaskan, sumber-sumber gempa dapat dari selatan pantai Yogya, maupun daratan. Namun, sampai saat ini yang paling besar adalah dari laut. Yaitu lempengan di Samudera Hindia, antara Australia dengan Jawa.

"Sampai saat ini yang paling mengancam sumber gempa dari selatan. Tak hanya Bantul saja (yang mengancam). Tapi seluruh wilayah, bahkan ke utara. Karena energi itu menyebar," katanya.

Serta ancaman gempa juga dari patahan kecil di daratan. Namun, yang tercatat hanya berkekuatan 3 hingga 3,5 Skala Richter (SR). "Patahan kecil ada di sekitar Pundong (Bantul)," ujarnya.

Terakhir, gempa bumi yang memakan korban banyak di Yogya yaitu pada 2006 silam. Lebih dari 4.000 jiwa yang meninggal akibat fenomena alam tersebut.

"Kita tinggal di daerah rawan bencana, tetap waspada dan menyikapinya dengan arif. Tidak perlu berlebihan, harus siap dengan latihan mitigasi dan menggali terus pengetahuan tentang kegempaan," tuturnya.

Dengan sikap tersebut, ia yakin risiko dari bencana tersebut bisa ditekan. Semisal dengan membuat kontruksi rumah tahan gempa.

Yaitu ada balungan-balungan pengikatnya. "Saat ini di Bantul mayoritas rumahnya sudah memenuhi bangunan tahan gempa. Dulu kan tidak," ujarnya.

Serta, dalam menggali pengetahuan tentang kegempaan, masyarakat juga perlu mengetahuinya. Karena banyaknya korban jiwa pada 2006 lalu juga disebabkan minimnya pengetahuan.

"Dulu kan setelah gempa, sempat ada isyu tsunami. Mereka yang tertimpa bangunan seharusnya bisa ditolong, tapi ditinggal lari," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
BMKG: Gempa Bumi M5,1...
BMKG: Gempa Bumi M5,1 di Mamuju Tengah Tak Berpotensi Tsunami
Apakah Aplikasi Pendeteksi...
Apakah Aplikasi Pendeteksi Gempa Benar-Benar Berfungsi?
Gempa Terkini Banten,...
Gempa Terkini Banten, Warganet Curhat di Twitter
2 Kali Gempa Besar Guncang...
2 Kali Gempa Besar Guncang Banten Terjadi Hari Jumat, Netizen Langsung Teringat Kiamat
Dilanda Kepanikan Saat...
Dilanda Kepanikan Saat Gempa, Karyawan Walkot Jaksel Diminta Keluar Gedung
Diguncang Gempa M 5,9...
Diguncang Gempa M 5,9 Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan Sempat Mengalami Kepanikan
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
12 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
52 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved