Diduga Tipu Warga Soal Umrah, Polisi Bekuk Ustaz saat Ceramah

Senin, 23 Mei 2016 - 20:52 WIB
Diduga Tipu Warga Soal...
Diduga Tipu Warga Soal Umrah, Polisi Bekuk Ustaz saat Ceramah
A A A
KALIMANTAN TENGAH - Diduga terlibat penipuan berkedok penyelenggaraan haji dan umroh, Ustaz Iryannor ditangkap Satreskrim Polres Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (kalteng), Senin (23/5/2016) sore.

Ustaz tersebut ditangkap saat memimpin pengajian Ibu-Ibu di Jalan GM Arsyad Pangkalan Bun.

Polisi menangkap Ustaz Iryannor karena menjanjikan kepada 9 orang untuk berangkat haji plus dan 13 orang untuk ibadah umrah, jumlah korban 22 orang.

Ke-22 orang tersebut sudah menyetor uang sekitar Rp1,7 miliar, namun tak kunjung berangkat untuk menunaikan ibadah ke tanah suci Mekkah.

Kanit IV Satreskrim Kobar Bripka DF Silaban menjelaskan, saat penangkapan, jamaah pengajian sempat membela Ustaz Iryannor.

Para jemaah menghalang-halangi proses penangkapan. Namun, setelah dijelaskan kronologis oleh anggota kepolisian, para jamaah pun mengerti.

sang Ustaz sempat ikut-ikut mengelak tak bersalah dan tak mau ditangkap. "Ya bertengkar biasa. Tak ada perlawanan tapi ngeyel itu ustaznya," katanya.

Calon jamaah haji plus yang gagal berangkat, Nuriseh, merasa tertipu karena setiap dijanjikan oleh Ustaz Iryannor mau berangkat selalu gagal.

Pada Februari 2015, para korban mendaftarkan diri dan menyerahkan uang pendaftaran untuk keberangkatan kepada pelaku.

"Iryannor itu kan ustaz, dia sering ceramah keliling dan menawarkan keberangkatan haji dan umroh. Saya ikut daftar sejak 2015 dan sudah selamatan di rumah, tapi sampai sekarang tidak jadi berangkat," ujarnya dengan sedih di rumahnya.

Korban lainnya, Anang Hermanudin (63) warga Jalan Pasanah RT 12 Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun mengaku menyesal telah mendaftarkan ke pelaku.

Diketahui, nama agen yang berada di Jakarta itu bernama PT Sanes Travel. Anang Hermanudin mendaftar sebagai calon umroh bersama istrinya.

Ia mengaku sudah menyerahkan uang senilai Rp55 juta kepada Iryannor. Sama dengan korban lainnya, Anang Hermanudin gagal berangkat setelah dijanjikan sebanyak enam kali.

"Terakhir saya dijanjikan berangkat tanggal 13 bulan ini. Tapi gagal lagi. Padahal keberangkatan sudah kami persiapkan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 10 calon jamaah haji dan umrom melaporkan Ustaz Iryannor ke Mapolres Kobar pada Senin 16 Mei 2016 lalu.

Puluhan calon jamaah haji dan umroh ini merasa tertipu karena merasa sudah membayar dan umroh dan dijanjikan segera berangkat namun tak kunjung terealisasi. Dan saat sang ustaz dicari selalu menghilang.
(nag)
Berita Terkait
Kasus Penipuan WO Ayu...
Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: 207 Korban, Kerugian Capai Rp11,5 Miliar
Waspadalah, Ini Jenis-jenis...
Waspadalah, Ini Jenis-jenis Penipuan di Online Shop yang Sering Terjadi
Kisahnya Dijadikan Film,...
Kisahnya Dijadikan Film, Berikut 10 Tukang Tipu Paling Terkenal
Demi Cuan, Waspadai...
Demi Cuan, Waspadai Modus-modus Pengemis Gadungan Ini
5 Mobil Mewah dan Rp52,5...
5 Mobil Mewah dan Rp52,5 Miliar Disita dalam Kasus Penipuan Robot Trading NET89, Bareskrim Polri Ungkap Aset Terka
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
1 Juta Warga Korut Diduga...
1 Juta Warga Korut Diduga Terpapar Radiasi Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved