Pengusaha di Nias Persoalkan Penagihan Pajak KPP Sibolga

Sabtu, 16 April 2016 - 23:59 WIB
Pengusaha di Nias Persoalkan...
Pengusaha di Nias Persoalkan Penagihan Pajak KPP Sibolga
A A A
GUNUNGSITOLI - Pascapembunuhan dua orang petugas penagih pajak di Kota Gunungsitoli Sumatera Utara, sejumlah pengusaha lokal di Gunungsitoli mempersoalkan tindakan KPP Pratama Sibolga atas penagihan pajak yang bernilai puluhan miliar dan diduga menyalahi aturan dan merasa diperas.

Terkuaknya penagihan pajak puluhan miliaran rupiah yang terus dilakukan KPP Pratama Sibolga di Kepulauan Nias terhadap sejumlah pengusaha lokal tidak sebanding dengan aset bahkan omset yang dikelola para pengusaha di Kepulauan Nias.

Salah satunya seperti yang dialami seorang pengusaha lokal Faebua Dodo Harefa yang dikenai pajak sebesar Rp31 miliar setelah ditelusurinya pajak tersebut semestinya ditanggung oleh salah satu pengusaha di daerah Sumatera Barat tempat dia menyalurkan hasil buminya.

“Pada hari yang sama, dimana kedua pegawai pajak dihabisi nyawanya oleh AL, kami juga didatangi dengan menyerahkan surat sita karena memiliki utang pajak sebesar Rp31 miliar, dan saya sudah menelusuri hal tersebut tidak benar,” jelas Faebua Dodo.

Faebua Dodo, menuturkan saat ini dia tengah melakukan sanggahan terhadap jumlah tunggakan pajak tersebut hingga mencapai miliaran rupian. “Saya bersama jasa konsultan tengah menyanggah tunggakan pajak tersebut, meski saya jual semua aset saya maka tidak akan menutupi tunggakan pajak yang mereka maksud tersebut,” tandasnya.

Ironisnya hampir semua pengusaha lokal yang dikenai tunggakan pajak hingga miliaran rupiah di Kota Gunungsitoli, tidak sebanding dengan aset dan modal yang di kelola karena sebagian utang pinjaman bank dengan bunga uang yang harus mereka bayarkan.

Akibat praktik penagihan sejumlah tunggakan pajak yang ditagihkan pihak KPP Pratama Sibolga, kepada wajib pajak di Pulau Nias sejumlah pengusaha ada yang merugi dan bangkrut selain itu ada yang memilih menyanggah surat tagihan tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh Marinus Gea, salah seorang pengusaha jual beli getah karet, dirinya ditagih tunggakan pajak yang bernilai Rp17 miiliar lebih dan setelah disanggah pengusaha tersebut akhirnya hanya menebus Rp93 juta saja.

“Saya hampir kena jantungan, dengan kedatangan mereka yang menyampaikan tunggakan pajak yang harus saya bayarkan dengan angka fantastis hingga Rp17 miliar lebih, padahal keuntungan saya dalam setahun tidak mencapai miliaran rupiah,” timpalnya.

Tidak adanya sosialisasi wajib pajak kepada pengusaha serta tidak bisa menjelaskan dasar penetapan pajak secara rinci kepada setiap pengusaha lokal di Nias, praktik tagihan tunggakan sejumlah pajak miliaran tumbuh subur di Pulau Nias.

Hingga berita ini diturunkan belum mendapat konfirmasi dari kantor pajak setempat atas keberatan para pengusaha di Nias ini.
(sms)
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
13 menit yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
2 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
3 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
3 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
4 jam yang lalu
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved