Tuding BPK Ngaco, Mendagri Peringatkan Ahok
Jum'at, 15 April 2016 - 16:05 WIB
Tuding BPK Ngaco, Mendagri Peringatkan Ahok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memperingatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait omongannya yang menyebut Badan pemeriksa Keuangan (BPK) ngaco.
Diketahui, belum lama ini Ahok menuding hasil laporan pemeriksaan audit investigasi BPK terhadap pengadaan lahan rumah sakit sumber waras ngaco. (Baca: Penuhi Panggilan KPK, Ahok Sebut Audit BPK Ngaco)
Tjahjo Kumolo mengatakan, kepala daerah harus membangun sinergi dengan instansi lain, termasuk BPK. Apabila ada persoalan, dia menyarankan agar diselesaikan secara baik-baik. (Baca juga: Dituding Ngaco, Ketua BPK Tantang Ahok di Pengadilan)
"Kalau ada masalah kan ada tahap klarifikasi, kalau belum-belum enggak mau membangun komunikasi dengan baik, implikasi kan bisa panjang," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Tjahjo pun memberikan contoh, ketika ada persoalan dengan Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengenai tugas, dimusyawarahkan dengan baik melalui telepon, WhatsApp maupun BlackBerry Messenger (BBM).
"Saya kira seluruh kepala daerah harus saling menghargai, jangan saling menyalahkan, mempertontonkan kepada masyarakat luas kan enggak baik, ada ungkapan mulutmu harimaumu lah," tutur Tjahjo.
Diketahui, belum lama ini Ahok menuding hasil laporan pemeriksaan audit investigasi BPK terhadap pengadaan lahan rumah sakit sumber waras ngaco. (Baca: Penuhi Panggilan KPK, Ahok Sebut Audit BPK Ngaco)
Tjahjo Kumolo mengatakan, kepala daerah harus membangun sinergi dengan instansi lain, termasuk BPK. Apabila ada persoalan, dia menyarankan agar diselesaikan secara baik-baik. (Baca juga: Dituding Ngaco, Ketua BPK Tantang Ahok di Pengadilan)
"Kalau ada masalah kan ada tahap klarifikasi, kalau belum-belum enggak mau membangun komunikasi dengan baik, implikasi kan bisa panjang," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/4/2016).
Tjahjo pun memberikan contoh, ketika ada persoalan dengan Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarulzaman mengenai tugas, dimusyawarahkan dengan baik melalui telepon, WhatsApp maupun BlackBerry Messenger (BBM).
"Saya kira seluruh kepala daerah harus saling menghargai, jangan saling menyalahkan, mempertontonkan kepada masyarakat luas kan enggak baik, ada ungkapan mulutmu harimaumu lah," tutur Tjahjo.
(ysw)