Pemadaman Capai 12 Hari, Bupati Nias Kecewa dengan Janji PLN

Selasa, 12 April 2016 - 21:30 WIB
Pemadaman Capai 12 Hari,...
Pemadaman Capai 12 Hari, Bupati Nias Kecewa dengan Janji PLN
A A A
NIAS - Pemadaman listrik yang sudah memasuki hari ke 12 di Kepulauan Nias membuat Bupati Nias Sokhiatulo Laoli kecewa dengan janji-janji PLN yang akan menormalkan kembali aliran listrik secepatnya. “Saya sangat kecewa dengan janji PLN yang katanya mampu menyelesaikan krisis listrik di Kepulauan Nias paling lama tanggal 10 April namun kenyataannya tidak sama sekali,” ujar Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Selasa (12/04/2016).

Bupati mengklaim, bahwa saat ini sudah bekerja dan mencoba melakukan antisipasi pada Februari 2016 lalu sebelum pemadaman total terjadi dengan mengajukan surat permohonan perpanjangan kontrak, hingga melakukan pertemuan dengan pihak PLN baik Direktur Utama PLN Sofyan Baasir, Menteri ESDM hingga menyurati Presiden Jokowi.

“Kita tidak bisa mengeksekusi pemulihan secepatnya, karena itu domainnya PLN, tetapi PLN sudah janji segera dihidupkan, namun menurut hemat saya solusi utamanya pihak APR harus beroperasi kembali,” katanya.

Menurutnya, upaya PLN mendatangkan sejumlah mesin genset mobile hanyalah sebuah solusi sementara bahkan hanya untuk menyenangkan warga Nias saja. "Meskipun pada saat ini sudah ada sebanyak 46 genset tiba di Nias, dengan kapasitas daya hampir 6 MW. Nias itu butuh 24 MW bukan 6 MW,” tegasnya.

Sebelum terjadinya pemadaman total minggu lalu, Sokhiatulo mengaku pihaknya sudah menghubungi Kapolda Sumatera Utara untuk mencegah adanya demo besar-besaran jika pemadaman terjadi di Kepulauan Nias.

Selain itu, dia juga diam-diam mendatangi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta guna meminta menegur Amerika Power Rental (APR) terkait pelayanannya di Kepulauan Nias yang menyebabkan ratusan ribu rakyat merasakan dampak krisis listrik.

"Hasilnya beberapa waktu lalu saya dihubungi dari PLN bahwa APR akan duduk bersama kembali membicarakan pemulihan energi listrik di Kepulauan Nias dan PLN akan membayarkan utangnya yang mencapai Rp70 miliar kepada pihak APR,” ungkapnya.

Menurut dia, para kepala daerah di Kepulauan Nias sudah sepakat bahwa kejadian ini merupakan sebuah bencana nasional.
(sms)
Berita Terkait
Susul China, Kini Giliran...
Susul China, Kini Giliran India Terancam Krisis Listrik
Italia Jadi Pusat Energi...
Italia Jadi Pusat Energi Eropa dengan Rencana Baru UE dan Tunisia
Krisis Semakin Parah,...
Krisis Semakin Parah, Listrik Padam di Seluruh Lebanon
Krisis Energi Mulai...
Krisis Energi Mulai Terasa di Singapura, Ini Tanda-tandanya
Pembangkit Listrik Terbesar...
Pembangkit Listrik Terbesar Dimatikan, Lebanon Gelap Gulita
Jamin Pasokan, Pemerintah:...
Jamin Pasokan, Pemerintah: Suplai Listrik Saat Ini Masih Berlebih
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
6 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
7 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
8 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
8 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
8 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
8 jam yang lalu
Infografis
AS Unjuk Kekuatan dengan...
AS Unjuk Kekuatan dengan 12 Pesawat Pengebom Siluman Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved