PDIP Prioritaskan Kader Internal, Pengamat Nilai Wajar
Jum'at, 08 April 2016 - 01:05 WIB
PDIP Prioritaskan Kader Internal, Pengamat Nilai Wajar
A
A
A
JAKARTA - Penjaringan bakal calon gubernur DKI Jakarta yang dilakukan DPD PDIP DKI Jakarta dianggap wajar jika memprioritaskan kader internal.
Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki 28 kursi di DPRD DKI. Artinya, mereka memiliki tiket untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya pada Pilkada DKI 2017.
Untuk itu, kata Emrus, dirinya tidak heran apabila mereka memprioritaskan kader internal untuk diusung sebagai pasangan calon dan wakilnya pada Pilkada 2017 nanti.
Terlebih, partai tersebut memiliki kader-kader terbaik yang sudah memiliki pengalaman dalam menjalankan pemerintahan daerah. Diantaranya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan sebagainya.
"PDI Perjuangan sejatinya, mengusung calon diluar Ahok. Jadi Ahok maju dengan programnya, PDI mengusung calon kadernya mendukung program dan sekaligus mengoreksi kekurangan program Ahok. Sehingga masyarakat melihat kejelasan," jelasnya ketika dihubungi, Kamis (7/4/2016).
Selain itu, Emrus juga menyarankan agar, PDI Perjuangan juga harus melakukan survei meskipun bukan satu-satunya barometer yang kuat bagi pemenang Pilkada. Menurutnya, balon yang diusung PDI Perjuangan harus memiliki elektabilitas setara dengan Ahok.
"Dari hasil survei yang berkembang. Risma dan Ganjar memiliki elektabilitas yang setara. Apalagi kinerja mereka dibuktikan dilapangan bukan hanya omongan dan wacana. Bahkan, Risma pun seringkali bicara bila dirinya tidak akan membiarkan warganya kesulitan, kalau sampai ada dia akan mempertanggungjawabkan kepada tuhan," paparnya‎.
Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki 28 kursi di DPRD DKI. Artinya, mereka memiliki tiket untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya pada Pilkada DKI 2017.
Untuk itu, kata Emrus, dirinya tidak heran apabila mereka memprioritaskan kader internal untuk diusung sebagai pasangan calon dan wakilnya pada Pilkada 2017 nanti.
Terlebih, partai tersebut memiliki kader-kader terbaik yang sudah memiliki pengalaman dalam menjalankan pemerintahan daerah. Diantaranya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dan sebagainya.
"PDI Perjuangan sejatinya, mengusung calon diluar Ahok. Jadi Ahok maju dengan programnya, PDI mengusung calon kadernya mendukung program dan sekaligus mengoreksi kekurangan program Ahok. Sehingga masyarakat melihat kejelasan," jelasnya ketika dihubungi, Kamis (7/4/2016).
Selain itu, Emrus juga menyarankan agar, PDI Perjuangan juga harus melakukan survei meskipun bukan satu-satunya barometer yang kuat bagi pemenang Pilkada. Menurutnya, balon yang diusung PDI Perjuangan harus memiliki elektabilitas setara dengan Ahok.
"Dari hasil survei yang berkembang. Risma dan Ganjar memiliki elektabilitas yang setara. Apalagi kinerja mereka dibuktikan dilapangan bukan hanya omongan dan wacana. Bahkan, Risma pun seringkali bicara bila dirinya tidak akan membiarkan warganya kesulitan, kalau sampai ada dia akan mempertanggungjawabkan kepada tuhan," paparnya‎.
(ysw)