Tembok DPRD Solo Ambruk, 1 Pekerja Proyek Tewas Tertimpa

Tembok DPRD Solo Ambruk, 1 Pekerja Proyek Tewas Tertimpa
A
A
A
SOLO - Pelaksanaan pembangunan gedung baru untuk pimpinan DPRD Solo memakan korban jiwa. Salah satu pekerja proyek Dwi Purwoko (30) tewas tertimpa tembok saat merobohkan bangunan tempat parkir dan garasi mobil dinas (mobdin).
Pria asal Desa Nglorog, RT 3/11, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Sukoharjo ini menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Panti Waluyo.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa maut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, Dwi Purwoko dan sejumlah rekannya bermaksud merobohkan bangunan garasi dan parkir mobdin milik Sekretariat Dewan (Sekwan) Solo.
Setelah bagian atap diturunkan, mereka bermaksud merobohkan tembok tempat ruang parkir mobdin yang berada di sisi timur ruang paripurna DPRD. Korban naik ke tembok PDAM yang ada di timur gedung DPRD.
Dwi Purwoko bertugas melubangi bagian tembok yang akan dirobohkan. Satu lobang di sisi selatan berhasil diselesaikan. Sedangkan satu lobang lagi dibuat di bagian barat.
“Setelah tembok dilubangi dengan palu, korban melongok ke dalam lubang,” ujar Sarjono, saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (5/4/2016) sore.
Namun bagian tembok yang akan dirobohkan mendadak ambruk terlebih dahulu. Tubuh korban pun ikut terseret tembok yang ambruk karena kepalanya terperangkap di lubang yang dibuatnya sendiri.
Sebelum tembok roboh ke barat, kepala korban sempat membentur tembok yang masih berdiri. Sehingga, di lokasi nampak bekas kucuran darah segar menempel di tembok.
Para pekerja lainnya yang mengetahui kejadian itu berusaha memberikan pertolongan. Korban yang sudah tak sadarkan diri dilarikan ke RS Panti Waluyo Solo guna mendapatkan pertolongan medis.
Korban yang akrab dipanggil Pak Potho ini mengalami luka parah di bagian kepalanya. “Setelah sampai di rumah sakit, ternyata sudah dinyatakan meninggal dunia,” tambah Dwi Kiwil (23), pekerja proyek lainnya.
Sementara dalam papan nama proyek, pembangunan gedung baru untuk pimpinan DPRD Solo dianggarkan sekitar Rp3,8 miliar. Pelaksanaan pembangunan dimulai sejak 28 Maret lalu.
Bangunan di antaranya diperuntukkan bagi ketua dan tiga Wakil Ketua DPRD. Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Surya Cipta Sarana.
Dari pantauan di lokasi, terlihat paving di lokasi proyek sudah dibongkari. Pada sisi timur bangunan parkir mobdin Setwan, sudah nampak lubang-lubang untuk pondasi bangunan baru. Sedangkan bekas gedung parkir mobdin baru mulai dirobohkan.
Kanit Intel Polresta Solo AKP Sajimin mengatakan, dari pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya belum menemukan unsur kesengajaan.
Korban meninggal dunia diduga akibat kecelakaan kerja. Namun demikian, pihaknya masih akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian di dalamnya.
“Sesuai prosedur, korban akan divisum luar maupun dalam untuk memastikan penyebab kematiannya,” ungkap Sajimin saat ditemui di lokasi kejadian.
Pria asal Desa Nglorog, RT 3/11, Kecamatan Tawangsari, Kecamatan Sukoharjo ini menghembuskan nafas terakhir saat dibawa ke Rumah Sakit (RS) Panti Waluyo.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa maut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Kala itu, Dwi Purwoko dan sejumlah rekannya bermaksud merobohkan bangunan garasi dan parkir mobdin milik Sekretariat Dewan (Sekwan) Solo.
Setelah bagian atap diturunkan, mereka bermaksud merobohkan tembok tempat ruang parkir mobdin yang berada di sisi timur ruang paripurna DPRD. Korban naik ke tembok PDAM yang ada di timur gedung DPRD.
Dwi Purwoko bertugas melubangi bagian tembok yang akan dirobohkan. Satu lobang di sisi selatan berhasil diselesaikan. Sedangkan satu lobang lagi dibuat di bagian barat.
“Setelah tembok dilubangi dengan palu, korban melongok ke dalam lubang,” ujar Sarjono, saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (5/4/2016) sore.
Namun bagian tembok yang akan dirobohkan mendadak ambruk terlebih dahulu. Tubuh korban pun ikut terseret tembok yang ambruk karena kepalanya terperangkap di lubang yang dibuatnya sendiri.
Sebelum tembok roboh ke barat, kepala korban sempat membentur tembok yang masih berdiri. Sehingga, di lokasi nampak bekas kucuran darah segar menempel di tembok.
Para pekerja lainnya yang mengetahui kejadian itu berusaha memberikan pertolongan. Korban yang sudah tak sadarkan diri dilarikan ke RS Panti Waluyo Solo guna mendapatkan pertolongan medis.
Korban yang akrab dipanggil Pak Potho ini mengalami luka parah di bagian kepalanya. “Setelah sampai di rumah sakit, ternyata sudah dinyatakan meninggal dunia,” tambah Dwi Kiwil (23), pekerja proyek lainnya.
Sementara dalam papan nama proyek, pembangunan gedung baru untuk pimpinan DPRD Solo dianggarkan sekitar Rp3,8 miliar. Pelaksanaan pembangunan dimulai sejak 28 Maret lalu.
Bangunan di antaranya diperuntukkan bagi ketua dan tiga Wakil Ketua DPRD. Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor PT Surya Cipta Sarana.
Dari pantauan di lokasi, terlihat paving di lokasi proyek sudah dibongkari. Pada sisi timur bangunan parkir mobdin Setwan, sudah nampak lubang-lubang untuk pondasi bangunan baru. Sedangkan bekas gedung parkir mobdin baru mulai dirobohkan.
Kanit Intel Polresta Solo AKP Sajimin mengatakan, dari pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya belum menemukan unsur kesengajaan.
Korban meninggal dunia diduga akibat kecelakaan kerja. Namun demikian, pihaknya masih akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian di dalamnya.
“Sesuai prosedur, korban akan divisum luar maupun dalam untuk memastikan penyebab kematiannya,” ungkap Sajimin saat ditemui di lokasi kejadian.
(san)