Percakapan Terakhir Kapten Agung dengan Adiknya
Senin, 21 Maret 2016 - 15:51 WIB
Percakapan Terakhir Kapten Agung dengan Adiknya
A
A
A
YOGYAKARTA - Kapten Cpn Agung Kurniawan menjadi salah satu korban helikopter milik TNI yang jatuh di Poso pada Minggu, 20 Maret kemarin. Sehari sebelum kejadian, Kapten Agung sempat menelepon adiknya, Desi Kurniawan.
Desi yang tinggal di Yogyakarta, sangat terpukul atas insiden yang merenggut nyawa kakaknya. Sehari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Desi sempat ditelepon Agung untuk pamit dalam menjalankan tugas negara di Poso. Ternyata, telepon itu merupakan percakapan terakhir Agung pada keluarga yang di Yogyakarta.
"Kita dapat kabar dari orangtuanya Mas Agung di Ambarawa, memberitahukan melalui telepon pada keluarga yang di Yogya," kata Maryanto, sepupu Agung, di rumah duka di Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (21/3/2016).
Keluarga berharap, Agung dapat dipulangkan ke Yogyakarta untuk dimakamkan. Harapannya, agar dekat keluarga saat melakukan takziah kubur. Namun, ternyata pemerintah bakal memakamkan Agung di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.
"Kita menerima putusan pemerintah. Tadi kami juga diberitahu Danramil Mergangsan kalau almarhum dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta," jelasnya.
Agung lahir di Kota Yogyakarta, pada 3 April 1982. Dia merupakan anak pertama dari empat saudara pasangan Ponimin dan Sumirat.
Kedua orangtuanya tinggal di Ambarawa, Jawa Tengah. Sementara, Agung tinggal di Semarang bersama istri dan ketiga anak-anaknya sebelum menjalankan tugas ke Poso.
Dia mengenyam pendidikan di SD Pujokusuman, SMP 16, hingga SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Lulus SMA, dia masuk asrama militer karena menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang hingga lulus tahun 2003. Setelah lulus, dia menjalani tugas di Semarang, Jawa Tengah, lalu menikah hingga memiliki tiga orang anak.
Desi yang tinggal di Yogyakarta, sangat terpukul atas insiden yang merenggut nyawa kakaknya. Sehari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, Desi sempat ditelepon Agung untuk pamit dalam menjalankan tugas negara di Poso. Ternyata, telepon itu merupakan percakapan terakhir Agung pada keluarga yang di Yogyakarta.
"Kita dapat kabar dari orangtuanya Mas Agung di Ambarawa, memberitahukan melalui telepon pada keluarga yang di Yogya," kata Maryanto, sepupu Agung, di rumah duka di Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin (21/3/2016).
Keluarga berharap, Agung dapat dipulangkan ke Yogyakarta untuk dimakamkan. Harapannya, agar dekat keluarga saat melakukan takziah kubur. Namun, ternyata pemerintah bakal memakamkan Agung di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta.
"Kita menerima putusan pemerintah. Tadi kami juga diberitahu Danramil Mergangsan kalau almarhum dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta," jelasnya.
Agung lahir di Kota Yogyakarta, pada 3 April 1982. Dia merupakan anak pertama dari empat saudara pasangan Ponimin dan Sumirat.
Kedua orangtuanya tinggal di Ambarawa, Jawa Tengah. Sementara, Agung tinggal di Semarang bersama istri dan ketiga anak-anaknya sebelum menjalankan tugas ke Poso.
Dia mengenyam pendidikan di SD Pujokusuman, SMP 16, hingga SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Lulus SMA, dia masuk asrama militer karena menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang hingga lulus tahun 2003. Setelah lulus, dia menjalani tugas di Semarang, Jawa Tengah, lalu menikah hingga memiliki tiga orang anak.
(zik)