Pemkab Sukabumi Akhirnya Tergerak Membantu Mak Ikah

Senin, 21 Maret 2016 - 13:09 WIB
Pemkab Sukabumi Akhirnya...
Pemkab Sukabumi Akhirnya Tergerak Membantu Mak Ikah
A A A
SUKABUMI - Mak Ikah (70), nenek yang tinggal di kandang Domba bersama dua cucunya bisa bernafas lega. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berjanji akan secepatnya membangun rumah nenek yang beralamat di Legoknyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh.

Berdasarkan pantauan, aparat kecamatan dan desa langsung bergegas ke rumah Mak Ikah untuk melihat dan sekaligus mengukur luasan tanah sebagai upaya agar secepatnya bisa dibangun.

Camat Gunungguruh, Yudi Mulyadi mengatakan, kecamatan akan segera membangun rumah milik Mak Ikah. Terkait biaya yang digunakan kemungkinan dari dana swadaya.

Sebab, saat ini belum ada anggaran khusus terkait pembangunan rumah tidak laik huni. "Iya kami akan menyegerakan membangun rumah ini. Terkait dananya nanti bisa diatur, tapi kemungkinan swadaya," ujarnya kepada Sindonews, Senin (21/3/2016)

Yudi mengakui, saat Musrembang tahun lalu, belum terdeteksi adanya warganya yang tinggal di bekas kandang domba.

Sehingga bantuan untuk Mak Ikah ini terhambat. "Mungkin saja waktu pendataan, Mak Ikah masih tinggal di rumah bersama anaknya," ucapnya.

Yudi membantah jika ada pungutan uang terkait adanya pemberian bantuan untuk pembangunan rumah Mak Ikah beberapa bulan lalu. Sebab tidak ada potongan bagi penerima bantuan.

"Kalau untuk bantuan tidak ada pungutan uang. Mungkin yang ada itu uang lelah untuk yang membantu proses untuk meminta bantuan," ungkapnya.

Kades Cikujang, Uus Somantri membantah jika tidak ada perhatian dari pemerintah desa. Bahkan menurutnya, Mak Ikah sudah masuk sebagai penerima bantuan untuk April 2016. "Tahun ini Mak Ikah masuk dalam skala prioritas bantuan," bebernya.

Uus mengatakan, di Desa Cikujang sendiri ada 386 rumah tidak laik huni. Dari semua itu baru empat rumah yang mendapatkan bantuan.

"Di Sekitar rumah Mak Ikah ini ada delapan rumah yang tidak laik huni. Dua diantaranya termasuk Mak Ikah kondisinya sangat parah," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 menit yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
26 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
34 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
45 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
1 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Infografis
Setelah 1.700 Tahun,...
Setelah 1.700 Tahun, Sosok Asli Sinterklas Akhirnya Terungkap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved