Pemerintah Diminta Tak Gegabah Tutup Transportasi Berbasis Online

Selasa, 15 Maret 2016 - 11:39 WIB
Pemerintah Diminta Tak...
Pemerintah Diminta Tak Gegabah Tutup Transportasi Berbasis Online
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tidak gegabah dalam merespon permintaan ratusan pengemudi dari Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) untuk menutup transportasi berbasis aplikasi. Karena, pemerintah harus mendengarkan aspirasi dari masyarakat.

"Pemerintah harus cermat dan jangan gegabah mengambil keputusan apalagi sampai merugikan rakyat. Pemerintah diminta mendengarkan suara rakyat bukan suara korporasi atau kelompok kepentingan bisnis. Pemerintah harus mendengarkan aspirasi masyarakat soal angkutan umum berbasis online," kata M Niko Kapisan, masyarakat pengguna transportasi online kepada Sindonews, Selasa (15/3/2016).

Seyogianya, kata Niko, pemerintah juga memperhatikan manfaat positif yang didapat masyarakat tentang keberadaan angkutan umum berbasis online itu. Menurut dia, seharusnya keberadaan angkutan umum online itu dijadikan motivasi pemerintah untuk membenahi angkutan umum yang ada saat ini.

"Saat ini mereka yang menggunakan jasa tersebut sangat bermanfaat sekali, baik itu secara efisiensi biaya, kenyamanan, dan efektivitas. Harusnya ini yang menjadi tantangan bagi perusahaan taksi untuk melakukan evolusi pelayanan, agar mereka tidak kalah pada persaingan ini baik secara biaya jasa dan pelayanan mereka harus introspeksi diri agar dicintai masyarakat penggunanya," tutur pria yang juga Ketua Umum PN GMII ini.

Menurut dia, seharusnya ini jadi tantangan teknologi dan perkembangan bagi sebuah perusahaan jasa kalau ingin menjadi besar. Rakyat adalah suara terbesar yang harus di dengarkan.

"Di beberapa kota besar di dunia juga pernah terjadi aksi seperti ini, dan pemerintah mengeluarkan kebijakan tetap mengizinkan jasa transportasi berbasis online beroperasi tetapi dengan menyesuaikan regulasi yang dibuat baru oleh pemerintah bagi jasa seperti ini," katanya. (Baca: Anggota DPR Sebut Uber dan Grab Car Salahi Aturan)

Meski demikian, Niko memastikan, dirinya tidak membela ataupun mendukung perusahaan angkutan umum berbasis online itu. Kritikan ini dilakukan untuk perbaikan angkutan umum ke depan. (Baca: Ini Alasan Taksi Online Disukai Warga Jakarta)

"Saya bukan membela perusahaan jasa berbasis online dan mengesampingkan perusahaan taksi. Tapi ini pandangan kritis masyarakat terhadap sebuah pelayanan jasa transportasi taksi vs berbasis aplikasi online," kata Ketua DPP KNPI ini.

Maka itu, Niko juga meminta, agar Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mendengarkan suara rakyat. Karena, suara rakyat jauh lebih besar ketimbang yang demo kemarin. "Jadi harus hati-hati mengeluarkan kebijakan ini," pungkasnya. (Baca: Menteri Kominfo Kaji Usulan Bloklir Aplikasi Grab & Uber Taksi)
(mhd)
Berita Terkait
Protes Harga BBM Naik,...
Protes Harga BBM Naik, Sopir Angkutan Umum di Indramayu Mogok Massal
Premium Susah dan Mahal,...
Premium Susah dan Mahal, Angkot di Jayapura Kompak Mogok Narik Penumpang
Ribuan Pengemudi Angkutan...
Ribuan Pengemudi Angkutan Online di Malang Raya Mogok Massal, Ini Tuntutannya
LRT Segera Dibangun...
LRT Segera Dibangun di Medan, Bobby Nasution: Kita Optimalkan Transportasi Massal
Lin Kuning di Jember...
Lin Kuning di Jember Disulap Jadi Angkutan Umum Sultan
Aksi Mogok Angkutan...
Aksi Mogok Angkutan Umum di Pantura Tegal Akibat Kenaikan Harga BBM
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
6 menit yang lalu
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
36 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
1 jam yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
1 jam yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved