Kapal Rafelia 2 Diduga Tidak Laik Berlayar

Selasa, 08 Maret 2016 - 16:24 WIB
Kapal Rafelia 2 Diduga...
Kapal Rafelia 2 Diduga Tidak Laik Berlayar
A A A
DENPASAR - KMP Rafelia 2 yang tenggelam pada Jumat pekan lalu di dekat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, diduga tidak laik berlayar.

Menurut arsitek perkapalan dari Denpasar Komang Purnama, dari dokumen Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) diketahui bahwa Kapal Rafelia 2 sedang dalam status suspend atau ditangguhkan.

Dia menjelaskan, BKI merupakan lembaga independen yang sudah diakui dunia. Dari dokumen BKI tersebut, diketahui bahwa Rafelia 2 itu statusnya ditangguhkan.

"Status ditangguhkan kapal tersebut berarti kapal itu tidak bisa berlayar. Status ditangguhkan kapal itu bisa bermacam-macam. Bisa jadi kapal tersebut sedang dalam proses docking tetapi belum bisa dilakukan karena berbagai alasan termasuk antre docking," jelasnya di Denpasar, Selasa (8/3/2016)

Kemungkinan lain, menurutnya, karena dari sisi operasional, kapal itu tidak laik berlayar. Menurutnya, kapal tersebut berbahan baja, merupakan kapal barang dan penumpang.

"Secara kasat mata sekalipun sisi lambung bocor, lambung kapal bisa masih disekat dengan lapisan dinding lainnya sehingga air laut tidak bisa masuk ke bagian dalam kapal. Mesin kapal seharusnya tetap bekerja seperti biasa karena air laut tidak bisa masuk sampai ke bagian mesin," katanya.

"Dalam kasus kecelakaan Kapal Rafelia 2 ini, lambung kanan bocor, air laut langsung masuk ke seluruh kapal, dan kapal langsung tenggelam, bahkan dengan posisi baling-baling berada di atas. Ini tidak masuk akal."

Seperti diketahui, kapal yang berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali itu mengalami kecelakaan pada Jumat, 4 Maret 2016. Korban yang selamat mencapi 76 orang dan yang meninggal dunia ada enam orang, termasuk nakhoda kapal. Hingga saat ini pihak Polres Banyuwangi dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menyelidiki kasus tenggelamnya Kapal Rafelia 2 tersebut.
(zik)
Berita Terkait
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Pencarian Korban Kapal...
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Pontianak
KM Ladang Pertiwi yang...
KM Ladang Pertiwi yang Tenggelam Rupanya Berpenumpang 50 Orang
Tim DVI Polda Sulsel...
Tim DVI Polda Sulsel Identifikasi 1 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi
Bagaimana Menyelamatkan...
Bagaimana Menyelamatkan Kapal Selam Titan Jika Ditemukan? Begini Opsi yang Dilakukan
Tangis Pecah di Buton...
Tangis Pecah di Buton Tengah, 15 Korban Kapal Tenggelam Dimakamkan dalam 1 Liang
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Senin 2 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved