LAPAN Pasuruan Gelar Nonton Gerhana Matahari Total

Senin, 07 Maret 2016 - 21:27 WIB
LAPAN Pasuruan Gelar...
LAPAN Pasuruan Gelar Nonton Gerhana Matahari Total
A A A
PASURUAN - Gerhana Matahari Total (GMT) akan menjadi momentum istimewa dalam sejarah peradaban antariksa. Kantor Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Nasional (LAPAN) di Watukosek, Kabupaten Pasuruan tidak ingin menyia-nyiakannya.

Kepala LAPAN Jawa Timur Dian Yudha Risdianto mengungkapkan, GMT diperkirakan berlangsung pada Rabu 9 Maret 2016, pukul 06.21 Wib hingga 08.39 Wib selama 2 jam 17 menit. Dari Jawa Timur, GMT nampak 83,08% atau seperti bulan sabit.

Untuk mendukung pengamatan peristiwa yang hanya terjadi 350 tahun sekali tersebut, LAPAN telah menyiapkan tujuh teropong bintang atau teleskop permanen. Ketujuh teleskop tersebut terdiri dari dua teleskop flare dan lima teleskop portabel yang ditempatkan di atas gedung LAPAN, Watukosek, Kejapanan Kecamatan Gempol.

"GMT diperkirakan berlangsung selama 2 jam 17 menit. Puncak GMT akan terjadi sekitar pukul 07.35 WIB," kata Kepala LAPAN, Dian Yudha Risdianto, Senin (7/3/2016).

Pada momentum langka tersebut, LAPAN bersama para peneliti dan perwakilan masyarakat akan menggelar nonton bareng GMT menggunakan layar lebar. Sehingga masyarakat dapat mengetahui prosesi peristiwa fenomena alam tersebut dengan gamblang.

"Kami menyediakan layar lebar di Kantor LAPAN agar masyarakat bisa menyaksikan GMT secara bersama. Lapan juga akan membagikan sebanyak 250 kaca mata khusus untuk bisa menyaksikan GMT yang hanya terlihat 83,08% di Jawa Timur," katanya.

Dikatakan, sejak beberapa waktu lalu LAPAN juga telah menyosialisasikan adanya peristiwa langka tersebut kepada masyarakat. Selain mengundang untuk berkunjung ke kantor, LAPAN juga mendatangi sekolah-sekolah untuk bisa melihat langsung matahari dengan menggunakan teropong bintang.

"Sosialisasi dilakukan dengan pertemuan atau mengundang ke Kantor Balai LAPAN, maupun kunjungan ke daerah dengan mendatangi sekolah-sekolah. Kami mengajak masyarakat agar bisa menyaksikan fenomena alam yang langka ini secara benar dan sehat,” sambung Dian Yudha Risdianto.

Dengan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat tidak melihat GMT secara langsung dengan mata telanjang karena dapat merusak mata. Diperlukan kaca mata khusus yang berfungsi untuk mengurangi pancaran dari sinar matahari yang sangat kuat untuk melihat GMT.

"Masyarakat jangan sekali-sekali melihat GMT dengan mata telanjang. Karena sinar matahari tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada mata," tegasnya.
(san)
Berita Terkait
Gerhana Matahari Cincin...
Gerhana Matahari Cincin Terlihat Seperti Death Star di Film Star Wars
Gerhana Matahari Cincin...
Gerhana Matahari Cincin Api Disebut Ring of Fire, Ini Sebabnya...
Deretan Mitos Gerhana...
Deretan Mitos Gerhana Matahari Total: Menelan Api hingga Pertengkaran Matahari-Bulan
Eclipse Paranoia: Teori...
Eclipse Paranoia: Teori Konspirasi Liar Menjelang Gerhana Matahari Total
Akan Ada 4 Kali Gerhana...
Akan Ada 4 Kali Gerhana Matahari Cincin Hingga 2027
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Nonton Gerhana Matahari Cincin Hari ini
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
26 menit yang lalu
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
2 jam yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
2 jam yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
6 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved