Aktivis Lingkungan Khawatirkan Zat Berbahaya dari Sumur Aneh di Blitar

Jum'at, 04 Maret 2016 - 02:04 WIB
Aktivis Lingkungan Khawatirkan...
Aktivis Lingkungan Khawatirkan Zat Berbahaya dari Sumur Aneh di Blitar
A A A
BLITAR - Aktivis lingkungan mengkhawatirkan adanya zat berbahaya pada air sumur milik warga Dusun Demangan, Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang tiba-tiba panas dan berbau busuk menyerupai belerang.

"Kalau sampai ada yang celaka, siapa yang akan bertanggung jawab?" tanya Muhammad Ichwan, aktivis LSM Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi kepada Koran SINDO, Kamis (3/3/2016).

Faktanya, fenomena air sumur panas mendadak telah menyedot perhatian masyarakat. Tidak sedikit warga mendatangi sumur milik Ny Jamini (59) itu.

Tidak hanya dari Blitar, pengunjung juga datang dari Kabupaten Tulungagung, Kediri, hingga Trenggalek. Ada yang sekadar memuaskan rasa penasaran terhadap peristiwa ganjil itu.

Namun, tidak sedikit warga yang meyakini air sumur mengandung tuah yang berkhasiat untuk penyembuhan penyakit tertentu, khususnya rematik, asam urat, dan pegal-pegal.

Sebelum muncul fenomena aneh itu, tiang listrik yang berjarak sedepa dari sumur mengalami hubungan arus pendek (korsleting) yang berakibat tiang listrik mengalirkan setrum. Dinding sumur juga mengalirkan arus listrik.

Meskipun berdaya kecil, sengatan listrik mengganggu keluarga Jamini yang hendak mengambil air sumur untuk mandi cuci kakus.

Apakah berkaitan atau tidak, seusai dibenahi petugas PLN, suhu air sumur yang dibangun tahun 1982 itu tiba-tiba berubah tinggi dan berbau menyengat.

Tiang listrik juga terasa panas, terutama bagian bawah yang bersentuhan langsung dengan tanah.

Ichwan menuding Pemkab Blitar lamban menyikapi keadaan. Menurut dia, hasil uji laboratorium untuk memastikan kandungan air harusnya bisa keluar lebih cepat.

Ia juga tidak melihat upaya pemerintah melakukan pencegahan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memperlakukan air yang terlah berubah warna dan berbau.

"Ini masalah yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kalau memang sungguh-sungguh harusnya hasil laboratorium bisa diketahui lebih cepat," pungkasnya.

Sementara, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar sudah mengambil sampel air dan membawa ke laboratorium di Malang. Pemkab baru bisa mengetahui hasilnya tiga hari kemudian.

"Diperkirakan hasilnya akan diketahui tiga hari lagi," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Pemkab Blitar Krisna Triatmono.

Dia menambahkan, jika hasil uji laboratorium itu menyatakan air dari sumur tersebut berbahaya bagi kesehatan, pemkab akan mengeluarkan larangan.
(zik)
Berita Terkait
Seorang Ibu Hamil dan...
Seorang Ibu Hamil dan Melahirkan dalam Waktu Satu Jam
Bocah Gemar Hirup Aroma...
Bocah Gemar Hirup Aroma Bensin Motor di Cilegon Banten
Makam Dicat Warna-warni...
Makam Dicat Warna-warni Bagaikan Pelangi
Viral, Pisang Tumbuh...
Viral, Pisang Tumbuh di Atas Pohon Pisang yang Mati
Heboh, Anak Ikan Hiu...
Heboh, Anak Ikan Hiu Berwajah Manusia Ditangkap Nelayan Rote
Ajaib! Wanita dengan...
Ajaib! Wanita dengan 2 Vagina, Uteri dan Serviks Lahirkan Bayi Lucu
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
10 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
11 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
11 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
17 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
18 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
19 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved