Astagfirullah, Jumlah Gay di Bandung Capai Dua Ribu Orang
Kamis, 03 Maret 2016 - 12:43 WIB
Astagfirullah, Jumlah Gay di Bandung Capai Dua Ribu Orang
A
A
A
BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat ada sekira dua ribu pria warga Kota Bandung yang merupakan penyuka sesama jenis alias gay. Jumlah itu terus bertambah dari yang tadinya sedikit hingga kini menjadi 2 ribu orang.
"Kita terakhir data untuk gay di Kota Bandung itu ada sekira 2 ribu orang," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Bandung Susatyo, Kamis (3/3/2016).
Menurutnya, jumlah gay di Kota Kembang itu baru sebatas perkiraan dari pendataan dan pemantauan yang dilakukan. Sehingga jumlah sebenarnya bisa saja jauh lebih banyak atau lebih sedikit.
Data yang didapat tersebut salah satunya berasal dari para komunitas gay di Kota Bandung. "Jadi kita sering melakukan survei terpadu dan biologis, kita juga dapat dara dari komunitas (gay)," ungkapnya.
Diakuinya, gay jauh lebih mudah didata karena mereka relatif lebih terbuka dari lesbian, biseksual, dan transgender. "Keberadaan gay sendiri menyebar tempat tinggalnya, jadi tidak terfokus di satu wilayah," jelas Susatyo.
Tapi paling banyak, mayoritas gay tinggal di Kota Bandung bagian tengah. Meski begitu, saat ini juga mulai banyak gay yang tinggal di kawasan pinggiran Kota Bandung, termasuk di perbatasan dengan daerah lain.
Sementara untuk tempat nongkrong, gay banyak beraktivitas di mall, taman, serta tempat publik lainnya. Tapi mayoritas dari mereka tidak menunjukkan dirinya secara vulgar.
Sehingga cukup sulit mengidentifikasi mereka di tempat umum. "Orang kan enggak akan curiga kalau cowok nongkrong berdua sama cowok," pungkasnya.
"Kita terakhir data untuk gay di Kota Bandung itu ada sekira 2 ribu orang," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Bandung Susatyo, Kamis (3/3/2016).
Menurutnya, jumlah gay di Kota Kembang itu baru sebatas perkiraan dari pendataan dan pemantauan yang dilakukan. Sehingga jumlah sebenarnya bisa saja jauh lebih banyak atau lebih sedikit.
Data yang didapat tersebut salah satunya berasal dari para komunitas gay di Kota Bandung. "Jadi kita sering melakukan survei terpadu dan biologis, kita juga dapat dara dari komunitas (gay)," ungkapnya.
Diakuinya, gay jauh lebih mudah didata karena mereka relatif lebih terbuka dari lesbian, biseksual, dan transgender. "Keberadaan gay sendiri menyebar tempat tinggalnya, jadi tidak terfokus di satu wilayah," jelas Susatyo.
Tapi paling banyak, mayoritas gay tinggal di Kota Bandung bagian tengah. Meski begitu, saat ini juga mulai banyak gay yang tinggal di kawasan pinggiran Kota Bandung, termasuk di perbatasan dengan daerah lain.
Sementara untuk tempat nongkrong, gay banyak beraktivitas di mall, taman, serta tempat publik lainnya. Tapi mayoritas dari mereka tidak menunjukkan dirinya secara vulgar.
Sehingga cukup sulit mengidentifikasi mereka di tempat umum. "Orang kan enggak akan curiga kalau cowok nongkrong berdua sama cowok," pungkasnya.
(nag)