Ini Pengakuan Gay asal Bandung yang Mulai Terbuka

Senin, 22 Februari 2016 - 12:01 WIB
Ini Pengakuan Gay asal...
Ini Pengakuan Gay asal Bandung yang Mulai Terbuka
A A A
BANDUNG - Sepintas, tak ada yang berbeda dari sosok sebut saja Alex. Gaya bicara, penampilan, hingga gestur tubuhnya memperlihatkan ia seorang laki-laki tulen.

Tapi di balik itu, pria asal Bandung berusia 37 tahun tersebut memiliki orientasi seksual berbeda. Dengan terbuka, ia mengaku gay alias pria penyuka sesama jenis.

Ia lalu bercerita soal masa lalunya. Saat berusia lima tahun, Alex pernah jadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria dewasa. Tiga kali ia jadi korban pelecehan oleh orang yang sama di tempat kos kawasan Kiaracondong.

Kejadian itu diketahui orangtuanya karena Alex mengadu jadi korban pelecehan seksual. Saat itu, ia belum paham apa yang dialaminya.

Ia hanya merasakan tidak nyaman mendapat perlakuan seperti itu. "Saya merasa tidak nyaman, saya nangis sambil mengadu sama orangtua," ujar Alex.

Apa yang menimpa Alex pun sempat ramai menjadi pemberitaan media massa di Bandung saat itu. Setelah kejadian itu, Alex pun tumbuh seperti bocah-bocah pada umumnya meski sempat jadi korban pelecehan seksual.

Hingga di usia sekira 18 tahun, Alex mulai merasakan ada hal berbeda. Ia menyukai teman prianya sendiri. Rasa suka itu pun muncul tanpa diduga. Ia bahkan tidak pernah berpikir akan menyukai sesama jenis.

"Saya kepikiran dia terus sampai di rumah, malah sampai terbawa mimpi. Ada yang aneh nih," ucapnya menjelaskan apa yang dirasakannya saat itu.

Seiring seringnya intensitas pertemuan dengan temannya itu, Alex mengaku semakin merasakan hal berbeda. "Kalau ketemu dia deg-degan, tapi deg-degannya itu deg-degan suka," tuturnya.

Singkat cerita, Alex akhirnya memantapkan hatinya. Ia sadar ada yang aneh dalam orientasi seksualnya. Ia pun memutuskan menjalani kehidupan sebagai seorang gay.

Selama menjalani kehidupan tersebut, ia mengaku menikmati menjadi seorang penyuka sesama jenis. Ia mendapatkan kenyamanan saat menjalani hubungan dengan seorang pria.

Soal hasrat seksualnya, Alex tidak melihat hal itu karena ia pernah jadi korban pelecehan seksual oleh pria saat masa kecilnya. Sebab saat menjadi korban pelecehan, ia merasa tidak nyaman.

"Saya tidak membayangkan (jadi suka sesama jenis) itu karena yang terjadi waktu saya kecil. Itu muncul sendiri karena memang saya suka dan saya memikirkan itu dalam keadaan sadar di usia 18-19 tahun," jelasnya.

Ia akhirnya menjalani kehidupan menjadi gay hingga sekarang. Dalam kurun waktu dari usia 18 hingga 37 tahun, ia mengaku sudah tiga kali memiliki pasangan pria.

Alex sempat berpacaran dengan wanita. Tapi apa yang dirasakan dalam hatinya berbeda. Ia jauh lebih nyaman berhubungan dengan pria daripada wanita. Hal itu yang kemudian membuatnya tetap bertahan sampai sekarang menjadi penyuka sesama jenis.

Tapi di luar orientasi seksualnya, Alex menjalani seluruh kehidupannya dengan normal. Ia bekerja, bersosialisasi dengan banyak orang, serta menjalani rutinitas kehidupannya tanpa ada masalah.

Setelah sempat menutupi orientasi seksualnya, Alex akhirnya memilih terbuka. Teman-temannya pun tahu orientasi seksualnya, begitu juga keluarga. "Saya mulai terbuka dalam kurun dua-tiga tahun terakhir," katanya.

Setelah membuka jati dirinya, ia tidak merasakan ada yang berbeda. Semua masih berjalan normal dan ia tidak mendapat perlakuan diskriminasi.

"So far, saya hidup di zona sekarang yang masih dianggap abu-abu dan baik-baik saja," cetusnya.

Sementara meski terbuka mengakui dirinya penyuka sesama jenis, Alex tidak pernah mengumbar kemesraan dengan pasangannya di ruang publik. Baginya, orientasi seksual adalah hak privat yang tidak perlu 'dipamerkan' pada publik.

Ia mengaku perlu menghargai orang lain yang orientasi seksualnya normal. Apalagi hubungan sesama jenis jelas hal tabu di Indonesia.

"Saya melihat di mana mereka (penyuka sesama jenis) masih bisa menghargai orang lain dan tidak membuat risih orang lain, saya anggap mereka baik," tandas Alex.
(nag)
Berita Terkait
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Pawai LGBT di New York...
Pawai LGBT di New York City Dibubarkan Polisi
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Rusia Resmi Tetapkan...
Rusia Resmi Tetapkan Gerakan LGBT Sebagai Kelompok Ekstremis
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
1 jam yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
4 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved