Anak-Anak Korban Paedofilia Rawan Jadi Pelaku

Jum'at, 19 Februari 2016 - 15:18 WIB
Anak-Anak Korban Paedofilia...
Anak-Anak Korban Paedofilia Rawan Jadi Pelaku
A A A
SEMARANG - Anak-anak korban paedofilia rawan menjadi pelaku di kemudian hari jika tidak ditangani secara komprehensif. Dibutuhkan pendampingan, salah satunya untuk memulihkan kondisi psikisnya.

Rata-rata para pelaku paedofilia juga orang yang kenal dekat dengan korban. Ini seperti kasus yang muncul di Jakarta dengan tersangka penyanyi dangdur Saipul Jamil.

"Anak-anak korban paedofilia rawan jadi pelaku, karena mereka menderita kekerasan secara psikis bahkan bisa jiwa," ungkap Kepala Subdirektorat IV Remaja Anak-Anak Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah AKBP Sri Susilowati saat dihubungi KORAN SINDO via ponsel, Jumat (19/2/2016).

Di Jawa Tengah, sebut Susi, pada 2016 ini kasus serupa sudah muncul. Susi menyebut itu sudah terjadi di Banjarnegara dan Cilacap.

"Pelakunya rata-rata memang orang dekat, atau yang dikenalnya (dikenal anak-anak). Guru dengan murid, ayah dan anak. Ada yang jadi korban sejak usia 8 tahun," lanjutnya.

Untuk pengawasan, kata Susi, orangtua memang punya peran penting. Namun, di beberapa kasus, orangtua malah menjadi pelakunya. Inilah yang cukup sulit untuk diungkap, sebab rata-rata anak-anak itu akan bungkam dengan ancaman-ancaman.

"Padahal mereka menderita. Mengancam ini salah satu modus pelaku untuk menghilangkan jejak," tambahnya.

Sebagai antisipasi sekaligus penindakan, Susi menjelaskan pihaknya sudah punya tim gabungan. Polisi bersama Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) yang di dalamnya terdiri unsur-unsur terkait, langsung turun ke lapangan begitu mengetahui ada kasus seperti itu.

"Jadi langsung melakukan pendekatan korban. Sehingga korban tidak hanya sebatas (dimintai) keterangan saja, tapi semuanya diketahui. Bagaimana nanti kondisi psikisnya, sampai bagaimana masa depannya nanti," jelas Susi.

Terpisah, petugas PPT Provinsi Jawa Tengah Tri Putranti Novitasari menyebut pemulihan psikis korban paedofilia maupun kasus lain, seperti human trafficking memerlukan pendampingan khusus.

"Harus pelan-pelan didekati, apa yang dia suka diberikan. Tujuannya agar nyaman, sehingga mau bercerita apa yang dialaminya. Penyelesaiannya pun sampai tuntas, psikisnya, juga dicarikan sekolah (jika anak itu putus sekolah)," kata dia.

PILIHAN:
Daun Telinga Nenek Lasiyem Digerogoti Belatung
(zik)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Kasus Kekerasan Seksual...
Kasus Kekerasan Seksual Tinggi, RUU PKS Diminta Tak Ditunda Lagi
Kampanye Bersama Akhiri...
Kampanye Bersama Akhiri Kekerasan Digital Terhadap Wanita dan Anak
KPAI Sebut Kasus Kekerasan...
KPAI Sebut Kasus Kekerasan Seksual Jangan Pernah Berhenti dengan Mediasi
KPAI Sebut Anak Usia...
KPAI Sebut Anak Usia SD dan SMP Paling Tinggi Jadi Korban Kekerasan Seksual
Kementerian PPPA Dampingi...
Kementerian PPPA Dampingi 305 Anak Korban Kekerasan Seksual Warga Prancis
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
5 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
6 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
7 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
8 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
9 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved