Dwi Sulistyorini, Dokter Hewan Berprestasi se-DIY

Jum'at, 12 Februari 2016 - 06:01 WIB
Dwi Sulistyorini, Dokter...
Dwi Sulistyorini, Dokter Hewan Berprestasi se-DIY
A A A
KULON PROGO - Dwi Sulistyorini, dokter hewan yang bertugas di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Galur terpilih menjadi dokter hewan berprestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2015.

Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini akan mewakili DIY dalam lomba dokter hewan berprestasi tingkat nasional.

Dia terpilih karena kemampuan dan keterampilan dalam mendiagnosa penyakit gangguan reproduksi menggunakan alat Ultrasonografi (USG).

Keberhasilan ini tidak lepas dari pengabdiannya sebagai dokter hewan sejak 2004 silam, sebagai tenaga honorer. Dahulu, untuk memeriksa masalah reproduksi sapi hanya bisa dilakukan dengan perectal (melihat dari anus). Namun, dengan adanya kemajuan teknologi, hadir USG.

USG masih menjadi alat baru bagi perkembangan dunia ternak. Alat ini baru sekitar 1,5 tahun muncul dan jumlahnya masih terbatas.

Di Kulon Progo juga baru ada satu unit dan di Sleman tiga unit. Untuk belajar sendiri masih terbatas dan mendapatkan bimbingan dari kampus Dwi, UGM.

"Memang yang bisa memanfaatkan masih terbatas, karena memang alat ini baru," jelasnya, Rabu (10/2/2016).

Proses seleksi dan lomba ini diawali dari tingkat kabupaten. Dwi Sulistyorini menjadi yang terbaik dan berhak mewakili Kulon Progo di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beruntung, di lomba antarkabupaten di DIY, dia kembali menjadi yang pertama untuk maju tingkat nasional.

Menurutnya, selama mengunakan alat ini, dia sudah banyak melakukan pemeriksaan. Bahkan, dari diagnosa yang ada, permasalahan reproduksi sapi ini sudah bisa diatasi. Sapi-sapi itu sudah bisa bunting dan melahirkan anak.

"Harapan saya ketika sapi itu bisa bunting, akan berdampak pada populasi yang meningkat. Karena di Kulon Progo cenderung menurun," jelasnya.

Dia mengakui,untuk bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan ternak, termasuk reproduksi, butuh lima elemen pendukung yakni ternak, pakan, peternak, kandang, dan petugas.

Kadang sapi yang tidak bunting dan sudah ditangani malah dijual. Padahal, menjual sapi betina itu harganya murah.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Kepenak) Kulon Progo Sudarno mengatakan, Dwi Sulistyorini mampu dan terampil dalam menggunakan USG.

Pemakaian USG dalam medic veterine merupakan hal baru di Indonesia. Ini sangat mendukung tugasnya menangani penyakit gangguan reproduksi.

"Dengan adanya penanganan ini diharapkan mampu meningkatkan populasi sapi guna mendukung swasembada daging sapi," jelas Sudarno.
(zik)
Berita Terkait
Hobi Koleksi Kendaraan...
Hobi Koleksi Kendaraan Mewah, Sultan PIK Ikut Bintangi Crazy Fast Indonesian 2
Sukses Hadirkan Ayu...
Sukses Hadirkan Ayu Gani, The Where Next Club Episode 2 Angkat Sosok William Tjandra
Rayhan Farqi, Filmmaker...
Rayhan Farqi, Filmmaker Muda Asal Bandung dengan Karya Seni Multidimensi
Jessica N Widjaja Dipilih...
Jessica N Widjaja Dipilih Jadi Ketua G100 Indonesia
Menengok Kiprah Maurina...
Menengok Kiprah Maurina Arlia, Sosok di Balik Sukses Buah Bibir Nusantara
Sosok Erik Mandala Putra,...
Sosok Erik Mandala Putra, Gigih dan Terus Berinovasi
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
3 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
3 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
4 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
5 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
6 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
7 jam yang lalu
Infografis
Panda Raksasa Hewan...
Panda Raksasa Hewan Endemik China yang Mengejutkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved