Gunung Bromo Muntahkan Material Pasir dan Kerikil

Jum'at, 29 Januari 2016 - 18:40 WIB
Gunung Bromo Muntahkan...
Gunung Bromo Muntahkan Material Pasir dan Kerikil
A A A
PROBOLINGGO - Aktivitas vulkanik Gunung Bromo terus menunjukkan peningkatan. Selain melontarkan lava pijar, gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl tersebut juga mulai memuntahkan material berupa pasir dan kerikil, Jumat (29/1/2016).

Lontaran material vulkanik berupa pasir dan kerikil yang keluar dari kawah Gunung Bromo tersebut diawali dengan gempa letusan dan suara gemuruh yang terjadi terus menerus.

Lontaran material pasir dan kerikil terjadi di kawasan kaldera atau lautan pasir. Sementara, material vulkanik berupa pasir, paling jauh mencapai radius 5 km dari kawah Gunung Bromo.

Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari mengungkapkan, lontaran material vulkanik berupa pasir dan kerikil paling banyak terjadi di kawasan kaldera. Intensitas lontaran material vulkanik ini juga cenderung mengalami kenaikan pada radius 2,5 km.

"Di kawasan lautan pasir sudah terjadi hujan pasir dan kerikil. Kami sudah memerintahkan petugas TNBTS untuk menjauhi zona kaldera Gunung Bromo," kata Ayu Dewi Utari.

Menurut Ayu Dewi, meski aktivitas Gunung Bromo terus mengalami peningkatan, statusnya masih tetap Siaga dan belum meningkat menjadi Awas. Para wisatawan masih bisa menikmati keindahan panorama yang terkenal eksotik tersebut dari zona aman.

"Panorama keindahan Gunung Bromo tetap aman untuk dinikmati di lokasi-lokasi zona aman di Cemoro Lawang (Kabupaten Probolinggo) Bukit Penanjakan, Bukit Cinta, Bukit Setia dan Ndingklik (Kabupaten Pasuruan)," tandas Ayu Dewi Utari.

Sementara itu, Kasubdit Evaluasi Potensi Bencana Gempa Bumi dan Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanik gunungapi ditandai dengan terjadinya gempa letusan dan lontaran material dari dalam perut gunung.

Material vulkanik tersebut terbagi dalam tiga ketogori, yakni butiran abu, lapili berupa pasir dan kerikil yang berukuran 2-64 milimeter (mm) dan 64 mm hingga 6,4 cm. Sedangkan kategori bomb blok berukuran di atas 6,4 cm.

"Puncak erupsi gunungapi tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Tetapi terjadinya gempa letusan dan lontaran material vulkanik yang terus meningkat, bisa menjadi salah satu indikator untuk memprediksinya," kata Agus Budianto.

Jika dibandingkan erupsi tahun 2010 yang berlangsung selama 10 bulan, kata Agus Budianto, fase erupsi Gunung Bromo saat ini masih jauh dari puncaknya. Sehingga, perlu dilakukan monitoring aktivitas vulkanik secara terus menerus dari Pos Pantau Cemoro Lawang.
(zik)
Berita Terkait
Embun Es Bromo Memikat...
Embun Es Bromo Memikat Wisatawan, Pengelola Beri Himbauan Penting
Miris, Perlu 5 Tahun...
Miris, Perlu 5 Tahun Ekosistem Bromo Benar-benar Pulih Usai Kebakaran Karena Flare
Salju di Bromo: Keajaiban...
Salju di Bromo: Keajaiban atau Tipuan Kristal Es? Sains di Balik Fenomena Beku yang Viral
4 Fakta Gunung Bromo...
4 Fakta Gunung Bromo yang Viral Karena Kebakaran Flare
Bromo Bersalju: Selimut...
Bromo Bersalju: Selimut Kristal Es Ajaib Selimuti Lautan Pasir, Pertanda Apa?
Kebakaran di Gunung...
Kebakaran di Gunung Bromo Semakin Meluas, Pintu Masuk via Pasuruan Ditutup
Berita Terkini
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
12 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
3 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved