Sebelum Ditangkap Polisi, Terduga Teroris Ini Sempat Melawan
Selasa, 26 Januari 2016 - 07:01 WIB
Sebelum Ditangkap Polisi, Terduga Teroris Ini Sempat Melawan
A
A
A
BELOPA - Yayan Joko Wahyudi alias Ardie Alias Awie (25) terduga teroris pelaku pembantaian dua anggota Polres Poso tahun 2011 silam melakukan perlawanan kepada polisi saat hendak ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Dedy Setiawan menyebutkan, keduanya ditangkap dalam kamar yang berbeda namun dalam satu rumah yang hingga malam tadi dapat diketahui nama pemilik rumah tersebut.
"Keduanya ditangkap di kamar yang berbeda, Yayan di kamar depan sementara Chandra di kamar belakang dalam satu rumah," kata mantan Kapolsek Walenrang ini, Senin 25 Januari 2016.
Dedy menjelaskan, saat penangkapan Yayan sempat melakukan perlawanan terhadap empat polisi yang berusaha menangkapnya.
"Yayan lakukan perlawanan kepada empat orang anggota kami, dia adu gulat beberapa saat, namun kami berhasil mengamankannya tanpa harus mengeluarkan senjata," ucapnya.
Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan mgnungkapkan, Chandra ditangkap dalam dugaan keterlibatan membantu atau mengamankan Yayan yang merupakan teroris jaringam kelompok Santoso di Poso.
"Namun tetap polisi dalam hal ini Densus 88 akan melakukan pengembangan, bisa saja Chandra adalah anggota baru mereka," ucapnya.
Bersama kedua terduga teroris ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya tiga buah senjaya tajam yakni berupa pisau tajam, celurit dan badik, dua buah HP, satu buah Laptop, modem, flashdisk.
Kemudian sejumlah stiker yang bertuliskan dakwah jihad, satu kardus buku di antaranya berisikan anjuran jihad, beberapa kliping, sepasang baju security Poltabes Samarinda Provinsi Kalimantan Timur bertuliskan nama Rusdin AL.
Terkait barang bukti di atas, Kapolres Luwu mengatakan pihaknya belum memeriksa detail khususnya HP dan flashdisk. "HP kami tidak aktifkan sehingga isi pesan atau sms dalam HP sejauh ini kami belum tahu termasuk nomor kontak dalam HP serta isi flashdisk," katanya.
Diakuinya, kedua tersangka teroris ini rencananya akan dibawa ke Poso Provinsi Sulawesi Tengah pagi ini. "Ini terkait Yayan dimana TKP nya di Poso, jadi sesuai kabar yang saya terima Densus 88 akan membawanya ke Poso pagi besok, (hari ini.red)," ujar mantan Densus 88 ini.
Pilihan:
Tiga Tokoh Ini Raih Penghargaan Gus Dur Award
Nama-nama Kader Muda yang Diisukan Jadi Caketum Golkar
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Dedy Setiawan menyebutkan, keduanya ditangkap dalam kamar yang berbeda namun dalam satu rumah yang hingga malam tadi dapat diketahui nama pemilik rumah tersebut.
"Keduanya ditangkap di kamar yang berbeda, Yayan di kamar depan sementara Chandra di kamar belakang dalam satu rumah," kata mantan Kapolsek Walenrang ini, Senin 25 Januari 2016.
Dedy menjelaskan, saat penangkapan Yayan sempat melakukan perlawanan terhadap empat polisi yang berusaha menangkapnya.
"Yayan lakukan perlawanan kepada empat orang anggota kami, dia adu gulat beberapa saat, namun kami berhasil mengamankannya tanpa harus mengeluarkan senjata," ucapnya.
Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan mgnungkapkan, Chandra ditangkap dalam dugaan keterlibatan membantu atau mengamankan Yayan yang merupakan teroris jaringam kelompok Santoso di Poso.
"Namun tetap polisi dalam hal ini Densus 88 akan melakukan pengembangan, bisa saja Chandra adalah anggota baru mereka," ucapnya.
Bersama kedua terduga teroris ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya tiga buah senjaya tajam yakni berupa pisau tajam, celurit dan badik, dua buah HP, satu buah Laptop, modem, flashdisk.
Kemudian sejumlah stiker yang bertuliskan dakwah jihad, satu kardus buku di antaranya berisikan anjuran jihad, beberapa kliping, sepasang baju security Poltabes Samarinda Provinsi Kalimantan Timur bertuliskan nama Rusdin AL.
Terkait barang bukti di atas, Kapolres Luwu mengatakan pihaknya belum memeriksa detail khususnya HP dan flashdisk. "HP kami tidak aktifkan sehingga isi pesan atau sms dalam HP sejauh ini kami belum tahu termasuk nomor kontak dalam HP serta isi flashdisk," katanya.
Diakuinya, kedua tersangka teroris ini rencananya akan dibawa ke Poso Provinsi Sulawesi Tengah pagi ini. "Ini terkait Yayan dimana TKP nya di Poso, jadi sesuai kabar yang saya terima Densus 88 akan membawanya ke Poso pagi besok, (hari ini.red)," ujar mantan Densus 88 ini.
Pilihan:
Tiga Tokoh Ini Raih Penghargaan Gus Dur Award
Nama-nama Kader Muda yang Diisukan Jadi Caketum Golkar
(maf)